Jurnal Indonesia — Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan nilai investasi yang masuk ke wilayahnya mencapai Rp 70 triliun pada tahun 2027. Target ini didorong oleh posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa nilai investasi yang telah masuk ke Kabupaten Bekasi saat ini berkisar Rp 60 triliun. Ia optimistis dapat meningkatkan angka tersebut sekitar Rp 10 triliun pada tahun mendatang.
“Sekarang, Kabupaten Bekasi ini yang masuk investasinya Rp 60 triliun. Dan saya punya target Rp 70 triliun akan masuk di area Kabupaten Bekasi (tahun depan),” ujar Asep dalam acara Konsolidasi Akbar di kawasan industri MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Jumat (11/9/2026).
Menurut Asep, pencapaian target investasi ini sangat bergantung pada dukungan iklim usaha yang kondusif. Salah satu faktor krusial yang harus terus dijaga adalah hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Hal ini mengingat posisi strategis Kabupaten Bekasi sebagai penyangga utama Ibu Kota Negara.
“Jadi, Kabupaten Bekasi merupakan pintu masuknya. Kalau Bekasi goyang, kita gak tahu ibu kota kayak gimana. Makanya benar-benar dijaga supaya tetap kondusif,” katanya.
Asep menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 58.000 perusahaan di Kabupaten Bekasi yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, wilayah tersebut memiliki 11 kawasan industri, di mana delapan di antaranya merupakan kawasan industri berskala besar.
Dengan potensi yang dimiliki, Pemkab Bekasi optimis target investasi Rp 70 triliun pada 2027 dapat tercapai. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis demi kelancaran aktivitas industri dan investasi.
Asep menilai hubungan yang baik antara pekerja dan perusahaan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas kawasan industri, tetapi juga memastikan investasi yang masuk memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.