— JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), entitas usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), menegaskan bahwa investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang. Fokus utama investasi ini adalah optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menyatakan bahwa pergerakan saham GOTO di pasar tidak sepenuhnya mencerminkan manfaat strategis dari kemitraan tersebut. “Kami sampaikan bahwa investasi Telkomsel di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel. Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” ujar Daru dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, Telkomsel tercatat menggenggam sebanyak 23,72 miliar lembar saham GOTO, setara dengan 1,99 persen dari total saham beredar. Saat ini, harga saham GOTO berada di level Rp 50 per saham. Padahal, Telkomsel masuk ke saham GOTO dengan harga konversi sekitar Rp 270 per lembar saham.

Daru memastikan bahwa Telkomsel akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan investasi tersebut tetap memberikan manfaat strategis bagi perseroan. “Ke depan, Telkomsel akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi. Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent berdasarkan kajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku,” jelasnya.

Dengan demikian, Telkom menilai bahwa manfaat investasi Telkomsel di GOTO tidak hanya tercermin dari pergerakan harga saham semata. Potensi sinergi dan penciptaan nilai yang dapat dihasilkan melalui kemitraan strategis kedua perusahaan dalam jangka panjang menjadi pertimbangan utama.