Jurnal Indonesia — Koops TNI Habema melancarkan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan pilot pesawat PT AMA Air dan pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kelompok itu diidentifikasi dipimpin oleh Elkius Kobak. Upaya pengejaran dilakukan setelah tim TNI mengevakuasi jenazah korban dari lokasi penembakan yang sulit dijangkau.
Evakuasi dan Proses Penanganan Jenazah
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan evakuasi jenazah memerlukan langkah hati-hati karena kondisi medan pegunungan dan faktor keamanan.
“Operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” ujar Wirya.
Wirya menyampaikan jenazah akan dibawa ke Timika, Papua Tengah, sebelum diserahkan ke pihak berwajib sesuai prosedur.
Pengejaran dan Pengamanan Lokasi
Menurut Wirya, personel Koops TNI sedang mengumpulkan petunjuk untuk menentukan lokasi kelompok yang diduga melakukan penyerangan. Patroli dan pengawasan diperketat di sekitar lokasi agar tidak terjadi serangan susulan yang mengancam warga.
“Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga,” kata Wirya.
Kronologi Singkat Insiden
Peristiwa terjadi pada Kamis, 2 Juli, sekitar pukul 06.50 WIT. Pesawat yang lepas landas dari Bandara Wamena mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada pukul 06.46 WIT.
Pesawat diserang hingga terbakar, dan pilot—tersangka bernama Nicholas F. Goselin, berkewarganegaraan Amerika Serikat—dinyatakan tewas akibat tembakan di lokasi.
“Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak,”
Koops TNI terus melakukan upaya intelijen dan operasi lapangan untuk menemukan pelaku serta memastikan keamanan kawasan pascainsiden.
Ikuti Jurnal Indonesia
