— Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menyatakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas akan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Persiapan acara disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

Tri mengatakan penyelenggaraan di Makassar dipilih karena kesiapan daerah sebagai tuan rumah serta prinsip pemerataan, mengingat wilayah barat dan tengah sebelumnya telah menjadi lokasi puncak peringatan.

Makassar Dipilih Untuk Wakili Indonesia Timur

Menurut Tri, Makassar dinilai tepat karena mewakili Indonesia timur dan didukung kemudahan akses penerbangan dari berbagai wilayah. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi ketua Dekranasda setempat terhadap pengembangan kerajinan daerah.

“Saya juga paham bahwa ibu ketuanya (Dekranasda) ini banyak sekali kontribusinya terhadap kerajinan di daerahnya. Sehingga kami mengapresiasi mengadakan kegiatan hari puncak ulang tahun Dekranas di Makassar,” kata Tri.

Tema dan Fokus Keberlanjutan

Tema HUT tahun ini adalah “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut dimaksudkan untuk mendorong terciptanya produk kerajinan yang berkelanjutan, mengingat sebagian besar bahan baku kerajinan bersumber dari alam seperti serat, tanah liat, mineral, dan batu.

Tri menekankan pentingnya kesadaran perajin terhadap aspek keberlanjutan karena pasar internasional sangat memperhatikan hal tersebut. Dengan peningkatan aspek ramah lingkungan, Dekranas berharap nilai ekspor produk kerajinan Indonesia meningkat.

“Sehingga ‘Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia’ maksudnya adalah kita mendorong para perajin terus menciptakan ataupun menjaga produksinya yang ramah lingkungan sehingga bisa diterima sampai ke pasar internasional,” jelas Tri.

Pameran UMKM dan Partisipasi Daerah

Sebagai bagian rangkaian HUT, pameran UMKM akan digelar di Kota Makassar pada 9-11 Juli 2026. Acara ini diharapkan menjadi kesempatan bagi perajin memperkenalkan produk unggulan dari daerah masing-masing.

Tri menyebutkan pameran melibatkan peserta dari seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia, dengan sekitar 300 stan telah dipesan dan terisi oleh para peserta.

Tri juga berharap masyarakat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, mengingat banyaknya produk luar negeri yang beredar dan reproduksi produk lokal dengan harga lebih murah.

“Kita harapkan bahwa semua peserta dari seluruh Indonesia bisa melihat bagaimana produk-produk dari daerah lain dalam mengembangkan daya saingnya, mengembangkan mutunya, juga kreasinya. Sehingga mereka juga mempunyai motivasi untuk mendorong kerajinan di daerah masing-masing,” ujar Tri.

Koordinasi Dengan Kementerian

Tri mengatakan Dekranas bekerja sama dengan sejumlah kementerian untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan secara optimal, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Ia menyatakan HUT tidak hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai ajang pameran dan promosi produk kerajinan nusantara agar semakin mendunia.