— Pemain depan Chelsea, Joao Pedro, mengungkapkan kunci di balik kolaborasi mematikannya dengan rekan setimnya, Morgan Rogers dan Cole Palmer. Ketiganya telah membentuk trio lini serang yang solid dan produktif di awal musim Liga Inggris 2026/2027.

Morgan Rogers, yang baru bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas, dengan cepat mampu menjalin chemistry dengan Pedro dan Palmer, yang telah menjadi andalan tim sejak musim sebelumnya. Rogers didatangkan dari Aston Villa dengan nilai transfer fantastis yang menjadikannya salah satu pemain termahal di Liga Inggris.

Performa trio ini patut diperhitungkan. Joao Pedro telah mencatatkan 3 gol dan 3 assist di liga. Morgan Rogers turut menyumbang 3 gol dan 1 assist, sementara Cole Palmer menambahkan 2 gol dan 2 assist. Kontribusi mereka secara kolektif membantu Chelsea mencetak 10 gol dalam empat pertandingan awal liga.

Pedro membagikan pandangannya mengenai perbedaan gaya bermain kedua rekannya tersebut. Ia mengagumi teknik tinggi Rogers yang memungkinkannya melewati lawan dengan mudah. Sementara itu, Palmer dinilainya sangat berbahaya ketika menguasai bola.

Dengan pemahaman mendalam ini, Pedro mengaku tahu persis jenis umpan yang harus ia berikan untuk memaksimalkan potensi Rogers dan Palmer. Ia cenderung memberikan umpan terobosan ke ruang kosong untuk Rogers, memfasilitasi situasi satu lawan satu. Untuk Palmer, Pedro lebih memilih memberikan bola langsung ke kakinya agar lebih mudah menciptakan peluang.

“Kalau dengan Cole, saya berusaha selalu mengoper bola langsung ke kakinya. Sedangkan dengan Morgan, bolanya lebih diarahkan ke ruang kosong atau untuk menempatkannya dalam situasi satu lawan satu. Tugas saya hanyalah berlari, dan mereka akan mencari posisi saya!,” ujar Pedro seperti dikutip dari Sportskeeda.

Meskipun lini serang Chelsea menunjukkan ketajaman, lini pertahanan tim masih menjadi catatan penting. Chelsea telah kebobolan sembilan gol dalam empat laga, menempatkan mereka di peringkat keenam klasemen sementara dengan tujuh poin.