Jurnal Indonesia — JAKARTA – Logo Bank Standard Chartered tidak akan lagi menghiasi bagian depan jersey Liverpool pada musim depan. Maskapai Turkish Airlines resmi ditunjuk menjadi sponsor utama The Reds, mengakhiri kerjasama 17 tahun dengan Standard Chartered.
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (8/9/2026), sekaligus menandai dimulainya kesepakatan lima musim antara Liverpool dan Turkish Airlines. Menurut laporan The Athletic, nilai kerjasama ini diperkirakan mencapai 300 juta paun selama periode tersebut, atau sekitar 60-65 juta paun per musim.
Turkish Airlines akan menjadi sponsor dada untuk tim Liverpool di berbagai level usia, termasuk tim wanita. Chief Commercial Officer (CCO) Liverpool, Ben Latty, menyambut baik kemitraan ini. “Ini adalah pengumuman penting bagi kami dan kami sangat senang menyambut Turkish Airlines sebagai sponsor utama klub kami mulai Juni 2027,” ujarnya di situs resmi klub.
Latty menambahkan, “Bagian depan jersey Liverpool memiliki tempat khusus dalam sejarah klub kami. Turkish Airlines adalah perusahaan yang diakui secara global dengan jaringan internasional yang luas, dan kami berharap dapat memulai kemitraan kami dan membangun hubungan yang kuat bersama, dengan fondasi yang sudah kuat yang dibangun dari kenangan istimewa di tahun 2005.”
Turkish Airlines merupakan maskapai penerbangan terbesar di Turki yang berpusat di Istanbul. Maskapai ini sebelumnya juga pernah menjadi sponsor Liga Champions selama beberapa musim.
Turki memiliki catatan sejarah yang manis bagi Liverpool, terutama saat mereka meraih gelar Liga Champions pada tahun 2005 setelah mengalahkan AC Milan melalui adu penalti, meski sempat tertinggal 0-3 di babak pertama.
CEO Turkish Airlines, Ahmet Olmustur, menyatakan antusiasmenya. “Liverpool FC adalah salah satu klub top dan paling dihormati di dunia, dengan sejarah luar biasa serta fans mendunia,” katanya. “Kami sangat senang Turkish Airlines menjadi sponsor utama klub dan nama kami akan terpampang di salah satu jersey paling ikonik di dunia olahraga.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.