Jurnal Indonesia — PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya memasuki paruh kedua tahun 2026. Perseroan akan memfokuskan upayanya pada penguatan bisnis inti, perluasan ekosistem, serta peningkatan kualitas monetisasi.
Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang tidak hanya scalable, berkelanjutan, dan menguntungkan, tetapi juga untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan di tengah lanskap industri pembiayaan dan perkembangan ekosistem keuangan digital yang dinamis.
Group CFO Venteny Fortuna International (VTNY), Kaleb Solaiman, menjelaskan bahwa ketiga agenda utama tersebut akan menjadi fokus utama Perseroan dalam menghadapi semester kedua 2026. “Dari sisi core business, kami terus mendorong inovasi produk teknologi yang mampu menghasilkan margin tinggi. Di saat yang sama, kami juga menerapkan manajemen risiko kredit yang terukur secara disiplin,” ujar Kaleb dalam acara Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Perkuat Bisnis Inti dan Manajemen Risiko
Pada agenda pertama, Venteny berkomitmen untuk memperkuat bisnis intinya melalui inovasi produk berbasis teknologi yang berpotensi menghasilkan margin tinggi. Tujuannya adalah agar pertumbuhan bisnis tidak hanya didorong oleh peningkatan volume, tetapi juga menghasilkan kualitas bisnis yang lebih sehat secara fundamental.
Selain itu, Perseroan akan memperketat manajemen risiko kredit guna menjaga kualitas portofolio. Pengelolaan risiko yang disiplin diharapkan dapat mengoptimalkan perputaran modal sekaligus menekan potensi risiko gagal bayar di tengah dinamika industri pembiayaan.
“Strategi ini menjadi penting mengingat lini B2B Financial Services masih menjadi kontributor pendapatan terbesar Venteny,” papar Kaleb. Hingga semester I-2026, B2B Financial Services menyumbang Rp60,9 miliar atau 57,5% dari total pendapatan, menunjukkan peningkatan 8,1% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Perluas Ekosistem Melalui Kemitraan
Strategi kedua, lanjut Kaleb, adalah memperluas ekosistem melalui penguatan kerja sama strategis dengan berbagai mitra. Venteny akan fokus pada perluasan jaringan penyaluran atau disbursement network sekaligus memperkuat sumber pendanaan modal atau capital funding.
“Perseroan juga akan mengoptimalkan dukungan pendanaan dari mitra lokal untuk memperkokoh fondasi permodalan dan menopang ekspansi bisnis dalam jangka panjang,” tambahnya. Venteny juga akan terus mengoptimalkan basis pengguna dan jaringan perusahaan yang telah terbentuk melalui peningkatan penetrasi produk dan penggunaan layanan dalam ekosistem Perseroan.
Tingkatkan Monetisasi Ekosistem
Agenda ketiga adalah meningkatkan kualitas monetisasi dari ekosistem yang telah dibangun. Strategi ini terutama diarahkan untuk memperkuat kontribusi lini B2B2E Employee Super App terhadap pendapatan sekaligus meningkatkan lifetime value dari perusahaan dan pengguna.
Pada semester I-2026, B2B2E Employee Super App mencatat pendapatan Rp 44,9 miliar atau 42,5% dari total pendapatan Venteny. Pertumbuhan lini ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan yang mengintegrasikan berbagai solusi untuk mendukung produktivitas, kesejahteraan finansial, dan engagement karyawan dalam satu ekosistem digital.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap strategi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun recurring value dan memperkuat posisi Venteny dalam jangka panjang,” tutup Kaleb.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.