Jurnal Indonesia — JAKARTA – Perdagangan derivatif aset kripto di platform Pintu melalui Pintu Futures menunjukkan pertumbuhan signifikan pada periode Juli hingga Agustus 2026. Volume trading pengguna baru di Pintu Futures dilaporkan meningkat lebih dari 200%.
Selain itu, jumlah pengguna baru juga mengalami peningkatan hampir 100% dalam periode yang sama. Rata-rata volume trading per pengguna baru tercatat tumbuh lebih dari 70%.
“Sejak kami menghadirkan Pintu Futures Lite, kami melihat perkembangan yang positif pada aktivitas perdagangan derivatif di Pintu. Tiga aset kripto teratas yang diperdagangkan pengguna Pintu Futures di antaranya Bitcoin (BTC), Hype (HYPE), dan Xaut (XAUT),” kata Presiden Direktur Pintu Andy Putra dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).
Andy menambahkan, pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan minat investor dan trader di Indonesia terhadap instrumen derivatif kripto. “Kehadiran Pintu Futures Lite menjadi salah satu upaya kami untuk menghadirkan pengalaman trading futures yang lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pengguna, khususnya trader pemula hingga menengah,” tambah Andy.
Pintu Futures Lite dirancang untuk memfasilitasi trader pemula hingga menengah. Pengguna dapat memilih posisi Long jika memprediksi harga aset akan naik, atau posisi Short jika meyakini harga akan turun. Penggunaan leverage dapat diatur hingga maksimal 25 kali modal awal, disesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing.
Untuk mendukung manajemen risiko yang baik, pengguna Pintu Futures Lite dapat mengatur fitur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) langsung dari halaman detail posisi aktif. Alur transaksi yang disederhanakan ini bertujuan agar transaksi derivatif kripto menjadi lebih mudah, terutama bagi pengguna baru instrumen investasi yang menggunakan leverage.
“Kami merancang Pintu Futures Lite dengan fokus pada pengalaman yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya bagi pengguna yang baru mulai mengenal trading derivatif krito. Seluruh alur kami hadirkan secara intuitif agar pengguna dapat melakukan transaksi sekaligus mengelola risikonya dengan lebih baik,” tutur Andy.
Pertumbuhan Pintu Futures Lite terjadi seiring dengan momentum positif pasar aset kripto. Bitcoin, salah satu aset kripto dengan volume perdagangan terbesar, mencatat kenaikan sekitar 25% sepanjang Agustus 2026. Dalam periode tersebut, harga BTC sempat menembus level US$81.000, dengan harga tertinggi mencapai sekitar US$81.455, sebelum ditutup di kisaran US$78.000 pada akhir bulan.
Momentum penguatan ini menciptakan peluang bagi para trader untuk memanfaatkan instrumen derivatif dalam merespons pergerakan harga aset kripto, baik saat pasar mengalami kenaikan maupun penurunan. “Kami akan terus mengedepankan edukasi dan pemahaman mengenai manajemen risiko, sehingga pengguna dapat memanfaatkan peluang di pasar derivatif secara lebih bijak. Kami percaya bahwa kombinasi antara inovasi produk, kemudahan akses, dan edukasi yang tepat dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem aset kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” ucap Andy.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.