— JAKARTA – Sejumlah pengunjung harus menelan kekecewaan saat hendak menikmati akhir pekan di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Rencana untuk naik ke puncak Tugu Monas batal lantaran aksesnya ditutup sementara untuk keperluan perawatan.

Beberapa warga yang datang, seperti Anton (48) dari Depok dan Nuning (38) dari Tangerang, mengaku baru mengetahui penutupan tersebut setibanya di lokasi. Mereka datang bersama keluarga dengan antusiasme tinggi untuk mengajak anak-anak naik ke Tugu Monas dan menikmati pemandangan kota dari ketinggian.

“Baru tahu pas sudah sampai sini. Kita sebenarnya sudah niat dari rumah. Anak-anak juga sudah senang mau naik ke atas Monas,” ujar Anton pada Sabtu (12/9/2026). Anton mengaku tidak melihat informasi mengenai penutupan tersebut sebelum berangkat.

Kekecewaan juga dirasakan Nuning. Ia bersama keluarganya telah merencanakan kunjungan sejak jauh hari. “Iya. Memang dari kemarin niat mau naik ke atas Monas. Penasaran mau lihat Jakarta dari atas. Jadi kita pikir hari ini waktunya pas,” katanya.

Anton sempat heran karena kereta wisata yang biasanya mengantar pengunjung menuju tugu tidak beroperasi. “Makanya tadi kan biasanya ada kereta yang buat antar kita sampai tugu. Ini kok nggak ada,” lanjutnya.

Meskipun kecewa, terutama karena antusiasme anak-anak, para pengunjung memahami pentingnya perawatan bangunan ikonik tersebut. “Ya, kecewa pasti, anak-anak sih terutama. Namanya sudah jauh-jauh datang, apalagi bawa anak. Kita pikir bisa masuk ke tugu, ternyata ditutup. Tapi ya mau bagaimana lagi, kalau memang sedang dirawat berarti demi kebaikan juga kan,” jelas Anton.

Nuning pun menambahkan, “Ya agak kecewa. Soalnya perjalanan dari Tangerang lumayan. Kita sudah siap dari pagi. Anak juga sudah semangat. Tapi ya setelah tahu alasannya karena perawatan, kita bisa paham sih.” Ia juga menilai perawatan Monas sangat penting agar ikon Jakarta tetap terjaga.

Anton berharap informasi mengenai penutupan dapat disampaikan lebih luas. “Ya semoga perawatannya cepat selesai dan kalau sudah dibuka lagi informasinya disampaikan luas. Jadi masyarakat tahu kapan bisa masuk lagi,” tuturnya. Nuning menyarankan agar informasi disampaikan melalui media sosial, papan pengumuman, atau di pintu masuk.

Menyiasati rencana yang batal, Anton memutuskan mencari kegiatan lain di sekitar Monas bersama keluarganya. Sementara Nuning berencana melanjutkan perjalanan ke Lapangan Banteng.