Jurnal Indonesia — Jakarta — XLSmart meluncurkan ekosistem pengembangan sumber daya manusia bernama Future Ready untuk menjawab kekurangan talenta digital di Indonesia. Program ini mengintegrasikan pembelajaran, sertifikasi, mentoring, magang, dan akses rekrutmen dalam satu rangkaian kegiatan.
Peluncuran dilakukan dengan dukungan Kementerian Ketenagakerjaan dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak. XLSmart menargetkan menjangkau satu juta talenta muda melalui platform yang telah disiapkan.
Menurut Jeremiah Ratadhi, Director & Chief People Officer XLSmart, Future Ready disusun berdasarkan kebutuhan industri yang terus berubah agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga jalur karier yang lebih jelas.
“Future Ready dirancang berdasarkan kebutuhan nyata industri yang terus berkembang. Karena itu, setiap tahapan program disusun secara terintegrasi, mulai dari pembelajaran digital, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi industri, mentoring bersama praktisi, hingga kesempatan internship dan akses rekrutmen melalui perusahaan-perusahaan mitra,”
Jeremiah menambahkan bahwa pengembangan talenta digital tidak cukup hanya dengan pelatihan atau sertifikasi. Program ini dimaksudkan menjadi jembatan antara peningkatan kompetensi dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin Future Ready menjadi jembatan yang mempertemukan talenta digital Indonesia dengan peluang kerja yang terus berkembang di berbagai sektor,”
Mekanisme dan Target Program
Future Ready akan mengandalkan aplikasi Sisternet dan situs resmi program untuk menjaring peserta. XLSmart menargetkan penerbitan 10.000 sertifikat pelatihan dan membantu minimal 1.000 peserta memperoleh kesempatan magang atau pekerjaan melalui kerja sama dengan mitra industri.
Beberapa bidang keterampilan yang menjadi fokus antara lain kecerdasan buatan, data analytics, cloud computing, cybersecurity, dan teknologi jaringan, sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja digital.
Alasan dan Dukungan Kebijakan
XLSmart mengutip kondisi demografi Indonesia yang memberi peluang besar: sekitar 68% penduduk berada pada usia produktif. Namun, kesiapan kompetensi belum merata sehingga perusahaan masih kesulitan mendapatkan talenta digital yang siap kerja.
Perusahaan mencatat sekitar 90% pekerjaan masa depan memerlukan keterampilan digital dasar, sementara sejumlah perusahaan menghadapi kendala dalam merekrut talenta terampil.
Menteri Ketenagakerjaan menyambut inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, serta pemangku kepentingan lain diperlukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital.
Kolaborasi Mitra
Saat peluncuran, Future Ready telah menggandeng mitra strategis termasuk beberapa perusahaan dan yayasan. XLSmart menyatakan akan terus memperluas kerja sama untuk meningkatkan akses talenta muda ke peluang kerja di berbagai sektor.
Perusahaan juga menekankan bahwa investasi pada pengembangan kompetensi perlu sejalan dengan pembangunan infrastruktur digital agar manfaat transformasi teknologi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan perekonomian nasional.
Ikuti Jurnal Indonesia
