— JAKARTA – Investor.id menyajikan lima berita ekonomi paling populer hingga Selasa (8/9/2026), mencakup pergerakan saham emiten hingga analisis investasi.

Emiten Omzet Triliunan, PBV Cuma 0,44 Kali

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang dengan fokus pada empat sektor industri: makanan & minuman, pengolahan air, perawatan rumah dan pribadi, serta bahan kimia. Kinerja solid pada semester pertama 2026 mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 5,11 triliun, meningkat 21,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Valuasi saham LTLS masih menarik dengan rasio price to book value (PBV) 0,44 kali.

Saham BBRI Berbelok Arah, Investor Asing Jual Bersih

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami perubahan arah pada perdagangan Senin (7/9/2026) dengan investor asing membukukan net sell Rp 53,55 miliar. Hal ini terjadi setelah saham BBRI mencatat net buy investor asing secara beruntun sejak 28 Agustus hingga 4 September 2026. Harga saham BBRI ditutup melemah 0,59% ke level Rp 3.370 pada hari itu, dengan total transaksi 140,65 juta saham senilai Rp 472,25 miliar.

Emiten Sinar Mas Dapat Tax Holiday, Saham INKP Berpotensi Naik 33%

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), bagian dari Grup Sinar Mas, berpotensi meningkatkan efisiensi dan margin melalui pengoperasian pabrik keempat dan insentif tax holiday selama 20 tahun. Analis merekomendasikan buy saham INKP dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan 33% dari harga terakhir, menggunakan metode SOTP dengan acuan EV/EBITDA pesaing global. Target harga ini setara PER 6,2 kali, dinilai sangat menarik dibandingkan pesaing global.

Harga Emas Perhiasan Selasa, 8 September 2026

Harga emas perhiasan berbagai kadar terpantau mengalami penurunan di Raja Emas Indonesia, namun stabil di Hartadinata Abadi (HRTA) dan Laku Emas pada Selasa pagi, 8 September 2026. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas yang dinamis.

Anak Usaha BUMN Ungkap Investasi Strategis di GoTo Gojek (GOTO)

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), menegaskan bahwa investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menjelaskan fokus investasi adalah optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai. Telkomsel akan terus mengevaluasi kinerja investasi dan realisasi sinergi secara disiplin untuk memastikan manfaat strategis bagi perseroan.