Jurnal Indonesia — PT KAI Commuter menyatakan keprihatinan atas insiden pelemparan botol minuman yang menyebabkan kaca Kereta Rel Listrik (KRL) pecah. Peristiwa ini terjadi saat KRL melintas di antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede, Kabupaten Bogor, tepatnya di KM 47+100/200.
Kejadian yang mendadak viral di media sosial ini disayangkan oleh PT KAI. “KAI menyayangkan insiden pelemparan terhadap KA 1157 relasi Bogor-Jakarta Kota di petak jalan Cilebut-Bojonggede,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Pranoto Wibowo, dalam keterangan tertulis pada Minggu (23/8/2026).
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi kaca jendela kereta yang pecah dan ditutupi tirai. Di bawahnya, terlihat serpihan kaca yang telah dikumpulkan di depan kursi yang kosong. Video tersebut juga menunjukkan sisa botol pecah yang disimpan di dekat pintu KRL, diduga dilempar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dari luar jalur perlintasan.
Beberapa penumpang KRL dalam video tersebut terlihat memilih untuk berdiri, membiarkan area kursi di dekat jendela yang pecah tetap kosong demi keselamatan.
Pranoto menjelaskan bahwa insiden pelemparan botol terjadi pada KA 1157 dengan relasi Bogor-Jakarta Kota pada Minggu (23/8) sekitar pukul 04.12 WIB. Ia menekankan bahwa tindakan melempar benda ke arah kereta api sangat membahayakan keselamatan perjalanan maupun seluruh penumpang.
“Melempar benda apa pun ke arah kereta api merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Selain dapat merusak fasilitas kereta api, benda yang dilempar dapat mengenai penumpang maupun petugas dan berpotensi menimbulkan cedera serius,” jelas Pranoto.
Akibat pelemparan botol tersebut, kaca pada salah satu gerbong kereta, yaitu gerbong kelima dari depan, mengalami kerusakan. Meskipun demikian, Pranoto memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
“Akibat kejadian tersebut, botol yang dilempar mengenai kaca jendela kereta penumpang kelima dari depan hingga mengakibatkan kaca pecah. Tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut,” kata Pranoto.
Petugas KAI segera melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan tim keamanan di Stasiun Cilebut. Pranoto menyatakan bahwa penelusuran intensif terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan.
“Penyisiran di sekitar lokasi telah dilakukan untuk mencari pelaku, namun hingga saat ini pelaku belum ditemukan. KAI akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk mengungkap kejadian tersebut serta menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Pranoto.
Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, kaca yang pecah sementara ditutup menggunakan tirai di bawah pengawasan ketat petugas. Rangkaian KRL tersebut kemudian diganti di Stasiun Depok untuk memastikan operasional perjalanan tetap berjalan lancar dan aman.
“KAI melakukan penggantian rangkaian KRL di Stasiun Depok agar operasional perjalanan tetap dapat berlangsung dengan aman,” tutur Pranoto.
PT KAI juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api kepada petugas KAI atau pihak berwajib. “Apabila masyarakat melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api, KAI mengimbau untuk segera melaporkannya kepada petugas KAI atau pihak berwajib,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.