— New Jersey – Lionel Messi menjadi sorotan dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Kapten timnas Argentina itu kedapatan berupaya mengusir bek Spanyol, Marc Cucurella, dengan merujuk pada regulasi baru yang dikenal sebagai ‘Prestianni Law’. Aksi ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak.

Pertandingan yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol, sekaligus menggagalkan Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Insiden yang melibatkan Messi dan Cucurella terjadi pasca kartu merah yang diterima gelandang Argentina, Enzo Fernandez, menjelang akhir babak kedua.

Kartu merah Fernandez, yang didapat setelah tekel keras terhadap Pau Cubarsi, memicu ketegangan di lapangan. Dalam momen tersebut, Marc Cucurella terlibat adu mulut dengan Lionel Messi. Bek Spanyol itu sempat menutupi mulutnya dengan tangan saat berdebat dengan Messi.

Menanggapi hal tersebut, Lionel Messi kemudian memberi isyarat kepada wasit dan ofisial keempat, meminta agar Marc Cucurella dikenai sanksi karena diduga melanggar ‘Prestianni Law’. Regulasi ini melarang pemain menutupi mulut saat berbicara dengan lawan, tujuannya adalah untuk meningkatkan transparansi di lapangan dan mencegah ujaran diskriminatif, rasis, atau seksis yang sulit terdeteksi.

Namun, permintaan Messi agar Cucurella diusir wasit berdasarkan ‘Prestianni Law’ tidak diindahkan. Justru, Messi yang mendapat kritik tajam karena dianggap mencoba memanfaatkan aturan baru tersebut. Eks kiper Inggris, Joe Hart, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Messi.

“Saya sama sekali tidak suka melihat tindakan Lionel Messi. Anda menyadari betapa dominannya Spanyol, bahkan Lionel Messi sampai melakukan hal tersebut,” ujar Joe Hart, seperti dilansir dari Metro.

Legenda Manchester United, Wayne Rooney, juga turut menyuarakan pandangannya. “Sangat menyedihkan melihat Lionel Messi melakukan itu,” ucap Rooney menanggapi aksi Messi terhadap Cucurella.

Sepanjang gelaran Piala Dunia 2026, tercatat dua pemain yang telah diusir dari lapangan akibat pelanggaran terhadap ‘Prestianni Law’. Mereka adalah Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador, yang merasakan dampak langsung dari aturan baru tersebut.