Jurnal Indonesia — Padang – Yustini (65), seorang lansia yang sebelumnya berprofesi sebagai cleaning service, kini menghadapi kesulitan ekonomi setelah kakinya diamputasi akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak lama. Kondisi ini membuat Yustini tidak lagi dapat bekerja seperti sedia kala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah perjuangannya, Yustini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade. Pada Rabu (9/9/2026), Andre Rosiade mengunjungi langsung kediaman Yustini di Jalan Koto Kaciak RT 04 RW 10, Mato Aia, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, Andre menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp10 juta.
Bantuan ini diberikan sebagai respons atas kondisi Yustini yang memiliki keterbatasan fisik dan kesulitan dalam mencari nafkah. “Amputasi saya tahun 2009. Setelah itu saya sudah tidak bisa bekerja seperti dulu. Untuk kebutuhan sehari-hari keluarga, tentu sangat membutuhkan bantuan,” ujar Yustini saat menerima kedatangan Andre.
Sebelum kesehatannya menurun, Yustini bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit swasta di Padang. Pekerjaan ini menjadi sumber penghasilan utamanya untuk membantu keluarga. Namun, setelah amputasi, aktivitas dan kemampuan kerjanya sangat terbatas.
Saat ini, kebutuhan keluarga Yustini lebih banyak ditopang oleh menantunya yang berprofesi sebagai sopir dengan penghasilan harian sekitar Rp100 ribu. Penghasilan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan cucu. Dalam situasi tertentu, Yustini terpaksa meminta bantuan dari keluarga lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
“Alhamdulillah masih ada anak dan menantu yang membantu. Kalau tidak, tentu akan sangat berat. Terima kasih Pak Andre Rosiade,” ucap Yustini, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang ditunjukkan.
Andre Rosiade menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, khususnya mereka yang mengalami kendala ekonomi sekaligus keterbatasan fisik akibat masalah kesehatan. Ia menekankan bahwa kondisi seperti Yustini membutuhkan perhatian khusus.
“Keterbatasan fisik tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kemampuan seseorang untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Andre. Ia berharap bantuan Rp10 juta ini dapat sedikit meringankan beban Yustini dan keluarganya.
Andre menambahkan, turun langsung menemui masyarakat adalah bagian dari upayanya untuk memahami persoalan warga secara lebih dekat. Menurutnya, kondisi masyarakat sering kali tidak dapat dipahami sepenuhnya hanya dari laporan.
“Kalau kita datang langsung, kita bisa melihat kondisi masyarakat dengan lebih jelas. Kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak merasa sendiri. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan bisa membantu keluarga,” tutur Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dan memberikan ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan di tengah situasi yang tidak mudah.
Andre juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut membantu masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.