Jurnal Indonesia — JAKARTA – Lembaga swadaya masyarakat ‘Sahabat Imipas Indonesia’ aktif mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai wilayah untuk memberikan edukasi mengenai ancaman kejahatan, termasuk narkoba dan pergaulan bebas. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto terhadap generasi muda.
Melalui kader-kadernya yang tersebar di seluruh Indonesia, ‘Sahabat Imipas Indonesia’ menyuarakan pesan Menteri Agus untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Salah satu kader yang aktif dalam program ini adalah Aksa Hallatu, seorang mantan residivis kasus kriminal jalanan dan narkoba.
“Saya orang biasa, saya anak jalanan yang baru lima tahun insaf, dan sekarang menjadi narasumber kalian soal pencegahan narkoba,” ujar Aksa Hallatu saat menjadi narasumber bagi siswa kelas IX SMP Negeri 6 Wonogiri, Jawa Tengah. Pengalaman hidupnya yang kelam saat terjerat narkoba, serta masa lalunya sebagai preman dan residivis, ia bagikan kepada para siswa.
Aksa mengungkapkan keinginannya agar generasi muda tidak mengalami nasib serupa. “Anak Indonesia, semuanya, termasuk di Wonogiri ini jangan mengalami apa yang pernah saya alami. Jujur, saya dulu mencuri, saya pernah menyakiti orang, berjualan narkoba demi kepuasan sebagai anak jalanan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Agus kepada para murid. “Beliau tidak mau anak-anak muda Indonesia, akibat dari mudanya pergaulan bebas, memenuhi penjara,” tambah Aksa.
Pengalaman hidupnya yang dianggap ‘gelap’ sengaja dibagikan Aksa kepada generasi muda karena ia melihat masa depan bangsa kini terancam oleh peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. “Selama ini kami jalan ke sekolah-sekolah, Rp 1.000 perak pun saya tak pernah ambil. Saya justru terima kasih ke sekolah-sekolah karena sudah memberi saya ruang penyuluhan,” pungkasnya.
Selain SMP Negeri 6 Wonogiri, Aksa Hallatu juga telah menyambangi SMA Islam Terpadu Al Huda Wonogiri, SMP Muhammadiyah 11 Nogosari Boyolali, dan SMA Negeri I Nogosari Boyolali untuk menyampaikan pesan yang sama mengenai bahaya narkoba dan pentingnya masa depan bangsa.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.