Jurnal Indonesia — Yarmayati (65), yang akrab dipanggil Ema, akhirnya mewujudkan impian yang selama ini hanya mampu ia panjatkan dari pinggir jalan. Perempuan yang bekerja menarik becak pengangkut sampah dan memulung itu diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan umrah.
Perjalanan Ema dilepas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan semula menuju Madinah sebelum melanjutkan ibadah ke Makkah. Keberangkatan ini terlaksana berkat bantuan dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.
Fasilitas Perjalanan dan Pendamping
Selain Ema, rombongan juga membawa tiga siswa SMA Negeri 1 Padang yang menghafal 30 juz Al-Qur’an beserta seorang guru tahfiz sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka. Sebelum keberangkatan internasional, rombongan menginap di hotel dekat Bandara Soekarno-Hatta; seluruh rangkaian perjalanan difasilitasi oleh travel Bin Dawood.
Andre menyatakan rasa syukurnya karena dapat menepati janji yang pernah disampaikannya setelah kisah kehidupan Ema menyentuh banyak orang. “Alhamdulillah, hari ini Buk Ema berangkat ke Tanah Suci. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, perjalanan lancar, ibadah umrahnya diterima Allah SWT dan kembali ke Tanah Air menjadi umrah yang mabrurah,” ujar Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Perjumpaan yang Mengubah Nasib
Kisah Ema menjadi viral di media sosial setelah video yang menampilkan dirinya melambaikan tangan dan mendoakan setiap bus jemaah haji asal Sumatera Barat tersebar. Video itu kemudian sampai kepada Andre, yang langsung mengunjungi rumah sederhana Ema di Kelurahan Parupuk Tabing.
Saat kunjungan tersebut, Andre tidak hanya mengumumkan hadiah paket umrah. Ia juga menyerahkan becak kayuh baru untuk menggantikan becak lamanya, paket sembako, modal usaha, serta jaminan BPJS Kesehatan selama satu tahun.
Andre mengatakan ketulusan Ema menjadi pelajaran berharga. “Beliau tidak pernah iri melihat orang lain berangkat ke Tanah Suci. Yang beliau lakukan justru mendoakan mereka,” ucapnya. “Ketulusan seperti inilah yang menggerakkan hati kami untuk membantu mewujudkan cita-citanya.”
Respons Sang Penerima
Menjelang keberangkatan, Ema tak dapat menyembunyikan haru. Ia mengucap syukur dan terima kasih kepada Andre atas kesempatan menunaikan umrah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Alhamdulillah. Terima kasih banyak Pak Andre. Cita-cita saya ke Mekkah akhirnya terkabul dengan umrah ini,” kata Ema. “Semoga Allah membalas semua kebaikan Pak Andre. Sehat selalu dan sukses.”
Perjalanan Ema mengingatkan bahwa perhatian dari pihak lain, sekecil apa pun, mampu membuka jalan bagi terwujudnya harapan yang lama terpendam. Lambaian tangan dan doa yang ia kirimkan dari pinggir jalan kini berbuah kesempatan berdiri di hadapan Ka’bah untuk berdoa langsung di Tanah Suci.
Ikuti Jurnal Indonesia
