Jurnal Indonesia — Jakarta – Pemesanan Kopi Kenangan melalui aplikasi Gojek dan Grab dilaporkan mengalami lonjakan signifikan, bahkan hingga menimbulkan antrean panjang yang memakan waktu hingga satu jam. Fenomena ini ramai dibicarakan di media sosial X (sebelumnya Twitter) dan diduga kuat dipicu oleh kolaborasi terbaru Kopi Kenangan dengan idola K-pop, Haechan dari grup NCT.
Banyak pengguna X membagikan pengalaman perjuangan mereka untuk mendapatkan segelas kopi. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa antusiasme penggemar sangat tinggi, membuat para barista kewalahan.
“Info abang gojeknya terpantau rame poll sampe barista keteteran, emang keren banget cwk cwk Haechan,” tulis akun @cistinitsic di platform X, menggambarkan ramainya situasi di gerai.
Pengguna lain, @Abcdefghijkthvi, membalas, “Rame poll bgt kak aku ngatri tadi 1 jam an lumayan grab juga pada ngatri😭😭😭.” Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya satu aplikasi, tetapi kedua layanan transportasi online utama mengalami kepadatan pesanan.
Demi mendapatkan merchandise eksklusif yang diduga menjadi bagian dari kolaborasi, para penggemar rela bersabar dalam antrean. Beberapa pengguna melaporkan adanya kendala pada server aplikasi Kopi Kenangan yang diduga mengalami kelambatan atau bahkan sempat tidak bisa diakses akibat lonjakan trafik.
“Ngedown kah server kopken ko egk bisa😭😭,” keluh akun @kesayongan. Menanggapi hal tersebut, @curlyrenjun membalas, “Iya jadi lemott😭😭.” Fenomena ini juga terlihat di beberapa gerai, seperti yang diungkapkan oleh @bearbobbs, “Demi Allah berasa war banget di kopken Kutabumi citiplaza 😭😭😭 Baru buka jam 10 tbtb tutup outletnya di applikasi 🥲.” Pengguna lain @jeongofcjaehyun kemudian membalas, “Itu ngelag kaaa, tadi aku juga gitu. apk kamu lemot ituuu.” @bearbobbs kemudian mengonfirmasi, “Iya bener wkwk udah bsa tadi.”
Kolaborasi antara merek ternama dengan figur publik, terutama dari industri hiburan, memang kerap menimbulkan antrean panjang. Di era digital ini, hal tersebut seringkali berujung pada beban kerja ekstra bagi para mitra pengemudi ojek online yang harus menunggu pesanan diselesaikan.
Fenomena serupa pernah terjadi sebelumnya, seperti saat grup band asal Korea Selatan, BTS, berkolaborasi dengan McDonald’s pada Juni 2021. Keriuhan pada saat itu bahkan sampai memerlukan intervensi aparat karena menimbulkan kerumunan massa yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Sejumlah mitra pengemudi ojek online saat itu terpaksa membatalkan pesanan karena antrean yang membludak di gerai McDonald’s, bahkan ada yang harus menunggu berjam-jam.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang berlebihan dan mencegah penumpukan massa di gerai, penjualan sempat dibatasi melalui kanal drive-thru dan aplikasi ojek online pada kasus McDonald’s tersebut.
Ikuti Jurnal Indonesia
