Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berencana menghadirkan gebrakan signifikan melalui penyelenggaraan konser spektakuler pada akhir tahun 2026 dan sepanjang tahun 2027. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial.
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menyatakan bahwa gebrakan terbesar perusahaan akan datang dari lini bisnis hiburan, di mana perseroan akan fokus pada penyelenggaraan acara dan konser. Ini menjadi fokus utama bisnis perusahaan.
Subioto mengungkapkan bahwa IRSX telah mencapai kesepakatan 90% dengan salah satu nama besar yang dinantikan masyarakat Indonesia. Pengumuman mengenai bintang tamu tersebut dijadwalkan pada September 2026, sebelum pelaksanaan rights issue.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin. Tapi sesuai peraturan di industri konser, kami tidak boleh menyebutkan nama. Kalau menyebutkan nama, dia (nama besar) bisa ngambek dan batal datang,” ujar Subioto dalam sebuah program Samuel Sekuritas akhir pekan lalu.
Meskipun demikian, Subioto memberikan sedikit bocoran mengenai identitas bintang tamu tersebut, yaitu seorang pria yang berasal dari Asia. Sementara itu, untuk konser tahun ini, IRSX berencana menggelar satu konser kolaborasi antara musisi lokal dan Amerika Serikat, yang juga akan segera diumumkan. Namun, Subioto menegaskan bahwa pertunjukan terbesar akan terjadi pada tahun depan.
“Kami sedang mencapai kesepakatan dengan salah satu perusahaan terbesar di dunia. Kurang lebih 12 pertunjukan pada tahun depan. Ada stadium show sama arena show,” jelasnya.
Selain fokus pada proyek pertunjukan, Folago juga mengklaim memiliki terobosan lain di industri hiburan. Namun, Subioto masih enggan merinci lebih lanjut karena masih menunggu konfirmasi.
Fokus Bisnis Pasca-Rights Issue
Setelah pelaksanaan rights issue yang dijadwalkan pada September 2026, IRSX akan memfokuskan diri pada bisnis hiburan dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini termasuk penguatan produk Folaplay yang kini menjadi salah satu lini bisnis perseroan.
Menurut Subioto, IRSX berupaya membangun ekosistem digital yang lebih lengkap dan berorientasi pada produk untuk mengejar pertumbuhan tinggi. “Jadi, di ekosistem digital ini kami melihat jika ingin mengejar pertumbuhan tinggi, ini bisa terjadi kapan pun. Nah, ini yang sedang kami kerjakan,” bebernya.
Sebagai bentuk komitmen, PT Matra Tri Abadi (MTA) selaku pemegang saham pengendali IRSX akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam rights issue perseroan. Subioto menyatakan bahwa MTA dan perseroan sangat yakin dengan prospek bisnis IRSX.
Mayoritas dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis hiburan, seperti akuisisi film internasional untuk ditempatkan di Folaplay. Dana tersebut juga akan digunakan untuk mengakuisisi hak atas artis untuk acara dan konser, serta untuk pengembangan AI. “Kami juga akan ada aksi korporasi lanjutan yang kita ingin kami kerjakan,” tutup Subioto.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.