Jurnal Indonesia — Sutradara film ‘Don’t Worry Darling’, Olivia Wilde, mengungkapkan pandangannya mengenai perubahan drastis pada sosok CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Wilde mengaku terkejut dan bingung melihat pergeseran karakter Musk dari pertemuan mereka di masa lalu.
Wilde menghubungkan tema film terbarunya yang mengeksplorasi pria dengan keyakinan “lebih kuat dari alam” dengan isu misogini yang mendalam. Ia berpendapat bahwa Musk menunjukkan pola pikir serupa, terutama terkait dengan fokusnya pada krisis penurunan angka kelahiran.
Dalam sebuah wawancara di The Louis Theroux Podcast, Wilde berbagi pengalamannya bertemu dengan Musk beberapa tahun lalu. “Sebelum ia berubah menjadi makhluk seperti ini,” ujar Wilde, yang kini mengaku “benar-benar membencinya sekarang.”
Ia mengenang pertemuan tersebut terjadi saat SpaceX baru mendirikan kantor pusat di Los Angeles. Wilde sempat mengikuti tur fasilitas SpaceX karena ketertarikannya pada teknologi roket.
“Dia tertarik untuk menyumbangkan uang kepada sebuah organisasi yang saya ikuti di Haiti yang sedang membangun rumah sakit dan sekolah,” kenang Wilde. Ia menambahkan bahwa Musk menunjukkan ketertarikan yang cukup besar untuk berdonasi dan bahkan telah memberikan sedikit kontribusi, yang sangat ia hargai saat itu.
Namun, Wilde menyatakan kebingungannya terhadap miliarder tersebut saat ini. Ia tidak menduga Musk akan mengambil jalan kontroversial yang ia tempuh sekarang, terutama mengingat kecerdasan yang ia tunjukkan di masa lalu. “Saya tidak pernah menyangka dia akan menempuh jalan yang dia tempuh sekarang karena dia memang tampak sangat cerdas,” akuinya.
Elon Musk dikenal sebagai tokoh teknologi terkemuka dan pernah menjadi orang terkaya di dunia. Namun, persepsi publik terhadapnya tidak selalu positif. Sebuah jajak pendapat Gallup pada Juli 2025 menunjukkan bahwa Musk termasuk tokoh yang kurang disukai di Amerika Serikat. Dalam survei tersebut, Musk mendapatkan peringkat positif 33% dan peringkat negatif 61%, menjadikannya kurang disukai dibandingkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ikuti Jurnal Indonesia
