— JAKARTA – Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk, mengungkapkan penyesalannya atas kedekatan yang pernah terjalin dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Musk menyatakan bahwa ia seharusnya lebih memprioritaskan pengembangan perusahaan-perusahaan miliknya daripada terlibat dalam urusan pemerintahan pada era Trump.

Musk mengakui bahwa ia terbawa suasana saat membangun hubungan dekat dengan Trump, yang diketahui mengalami pasang surut. “Sejujurnya, saya terlalu terbawa suasana,” ujar Musk saat membahas hubungannya dengan Trump.

Menurut laporan The Guardian, Musk sempat memberikan dukungan finansial sebesar USD 200 juta untuk kampanye Trump pada tahun 2024. Ia kemudian menjabat sebagai kepala Department of Government Efficiency (Doge) selama 129 hari, yang bertugas mengawasi pemotongan anggaran senilai USD 150 miliar.

Dalam sebuah podcast pada Desember lalu, Musk menyatakan bahwa kontribusinya di Doge hanya sebagian yang berhasil. Ia mengaku tidak akan mengulanginya jika diberi kesempatan. “Saya pikir, alih-alih menjalankan Doge, saya akan lebih fokus pada perusahaan saya,” katanya.

Setelah menunjukkan kedekatan, Trump pada Juni 2025 sempat mengatakan bahwa hubungannya dengan Musk telah berakhir. Ketika ditanya apakah ia ingin memperbaiki hubungan yang rusak, Trump menjawab tidak.

Trump bahkan menyebut Musk tidak menghormati jabatannya sebagai presiden dan menganggapnya sangat tidak sopan. Pada musim panas 2025, Trump sempat mengisyaratkan akan meninjau ulang status imigrasi Musk serta mengungkit soal subsidi dan kontrak pemerintah untuk perusahaan-perusahaan Musk.

Namun, pada musim gugur 2025, ketegangan antara keduanya tampak mereda. Musk terlihat hadir dalam sebuah jamuan makan malam di Gedung Putih, di mana Trump menunjukkan gestur ramah kepadanya.