— JAKARTA – Avrist Group memperkuat integrasi empat lini bisnis keuangannya melalui inisiatif “One Avrist Synergy”. Langkah ini menyatukan layanan asuransi jiwa, asuransi umum, manajemen investasi, dan dana pensiun yang dikelola oleh empat entitas: Avrist Assurance, Avrist General Insurance, Avrist Asset Management, serta DPLK Avrist.

Tujuan utama dari integrasi ini adalah untuk menyatukan layanan antar entitas guna mendorong efisiensi operasional, pengembangan produk lintas bisnis, dan peningkatan nilai bagi nasabah. Dengan sinergi ini, Avrist Group berharap dapat memberikan pengalaman nasabah yang lebih mulus dan personal di setiap interaksi.

Direktur dan Penjabat Sementara (Pjs.) Presiden Direktur Avrist Assurance, Agus Setiawan, menyatakan bahwa integrasi layanan dan basis data yang terpadu akan membantu perusahaan memahami kebutuhan nasabah secara lebih menyeluruh. “Kami percaya sinergi ini akan memberikan kemudahan, nilai tambah, serta pengalaman layanan yang lebih optimal bagi seluruh stakeholder kami yaitu nasabah, mitra bisnis, karyawan dan pemegang saham,” ujarnya di Jakarta.

Layanan yang ditawarkan mencakup asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga perencanaan dana pensiun. Avrist Group menempatkan integrasi ini sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan industri jasa keuangan, termasuk melalui pengembangan paket layanan, pemanfaatan infrastruktur bersama, serta efisiensi biaya.

Inisiatif “One Avrist Synergy” merupakan kelanjutan dari Avrist Group Financial Forum yang dilaksanakan pada Februari 2026, yang membahas arah pertumbuhan bisnis dan penguatan kolaborasi antar anak usaha. Direktur Utama Avrist General Insurance Dwi Wahyuni, Direktur Avrist Asset Management Agus Sugianto, dan Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah menyambut baik langkah ini.

“Kami menyambut baik inisiatif One Avrist Synergy untuk menghadirkan layanan yang makin komprehensif mulai dari proteksi jiwa, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga perencanaan pensiun, sehingga nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan keuangan melalui satu grup terpercaya,” ungkap mereka.

Dari sisi kinerja, Avrist Assurance per Juni 2026 mencatat total aset Rp5,94 triliun dan ekuitas Rp2,08 triliun. Laba bersih perusahaan tercatat Rp122,7 miliar dengan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) sebesar 708,2%.

Pada periode yang sama, Avrist General Insurance membukukan premi bruto Rp239 miliar dan laba bersih Rp6 miliar, dengan RBC 210%. Sementara itu, Avrist Asset Management mencatat dana kelolaan sebesar Rp3,56 triliun, didukung oleh 57.473 investor ritel dan 135 investor institusional.

DPLK Avrist mencatat dana kelolaan Rp1,3 triliun per Juni 2026, menunjukkan pertumbuhan 5,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Avrist Assurance, Aldi Rinaldi, menekankan bahwa kolaborasi adalah motor penggerak utama yang memungkinkan Avrist Group tetap relevan dan adaptif.

“Bukan sekedar menyatukan perusahaan, tetapi menyatukan kekuatan, kompetensi, dan inovasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dengan menggabungkan keahlian berbasis pengalaman dan semangat untuk terus berinovasi, kami percaya dapat terus memberikan yang terbaik bagi para nasabah. Tujuan akhirnya adalah membangun One Avrist Ecosystem yang kuat sehingga dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh stakeholder, serta membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi nasabah kami,” jelasnya.

Ke depan, efektivitas strategi integrasi ini akan sangat bergantung pada sejauh mana kolaborasi antar entitas mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat kualitas layanan, serta menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.