— Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga).

Kenaikan status disampaikan setelah pemantauan visual dan instrumental menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan ini mendorong otoritas pelayaran mengeluarkan imbauan keselamatan bagi kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyatakan imbauan ditujukan kepada seluruh nakhoda, pemilik kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, dan pengguna jasa angkutan laut di Selat Sunda.

Arahan Keselamatan Pelayaran

  • Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik yang dapat berupa letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun gangguan terhadap keselamatan navigasi.
  • Nakhoda diminta senantiasa memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan oleh PVMBG, BMKG, dan instansi pemerintah terkait.
  • Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 (lima) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi PVMBG selama status Level III (Siaga) masih berlaku.
  • Nakhoda diimbau melakukan perencanaan pelayaran dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran yang diterbitkan instansi berwenang.
  • Jika ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, nakhoda agar segera melakukan tindakan penghindaran yang diperlukan serta melaporkan kepada Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, syahbandar terdekat, atau instansi terkait.

Selain lima arahan tersebut, seluruh penyelenggara pelayaran diingatkan untuk mengutamakan keselamatan pelayaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan kenaikan status didasarkan pada pemantauan yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan,” ujar Lana Saria.

Pemberitahuan resmi terkait status Gunung Anak Krakatau disampaikan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan publik di kawasan Selat Sunda antara Lampung dan Banten.