— JAKARTA – BaliFutureLab dan Xepeng.com meluncurkan program inovatif bertajuk Bali KemBALI. Program ini didesain untuk menyalurkan 0,5% dari setiap transaksi konversi aset digital ke Rupiah di platform Xepeng.com, yang secara langsung ditujukan untuk memperkuat ekonomi dan masyarakat lokal di Bali. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung berbagai elemen masyarakat, mulai dari desa adat, banjar, koperasi, LPD, BUMDes, hingga UMKM.

Mekanisme kontribusi ini terintegrasi secara otomatis dalam setiap transaksi, memastikan bahwa seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi digital, partisipasi dalam mendukung masyarakat dan ekonomi lokal Bali juga akan bertumbuh secara proporsional. Pendekatan ini menjawab pertanyaan krusial mengenai sejauh mana nilai ekonomi dari jutaan wisatawan mancanegara yang bertransaksi di Bali dapat kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Bali KemBALI menawarkan solusi dengan menempatkan mekanisme kontribusi langsung di dalam aktivitas transaksi. Model ini mengubah alur dampak menjadi Transaksi → Dampak → Pertumbuhan, di mana dampak tidak lagi bergantung pada sisa anggaran, melainkan melekat pada setiap perputaran Rupiah. BaliFutureLab mengistilahkan model ini sebagai Growth Impact Economy atau ESG 3.0, sebuah paradigma yang menjadikan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan sebagai komponen integral dari aktivitas pertumbuhan ekonomi digital.

“Selama ini kita bertanya bagaimana teknologi bisa masuk ke Bali. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi bisa kembali ke Bali,” ujar Silvia Ratna Ariani, Presiden BaliFutureLab, dalam keterangan resminya pada Jumat (11/9/2026). Ia menambahkan, “Dengan Bali KemBALI, setiap wisatawan yang bertransaksi di sini ikut membangun banjar, desa adat dan UMKM, tanpa harus mengubah apa pun dari cara mereka berbelanja.”

Alokasi dana sebesar 0,5% akan difokuskan pada enam bidang utama: desa adat dan banjar; koperasi, LPD, dan BUMDes; UMKM dan pelaku pariwisata lokal; pendidikan digital; pelestarian budaya; serta program keberlanjutan lingkungan. Program Bali KemBALI berlandaskan pada nilai Tri Hita Karana, yang menjunjung keseimbangan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam. Meskipun teknologi yang digunakan bersifat global, arah manfaat program ini secara spesifik ditujukan untuk mendukung nilai dan kebutuhan lokal Bali.

“Aset digital baru benar-benar berguna ketika ia dapat terhubung dengan ekonomi nyata,” tegas Penke Pancapuri, CEO Xepeng.com. Ia menjelaskan, “Wisatawan mengonversi aset digitalnya, merchant menerima Rupiah, dan 0,5% dari transaksi itu langsung bekerja untuk Bali.”

Terdapat tiga jalur partisipasi dalam program Bali KemBALI. Merchant dan pelaku usaha pariwisata dapat terhubung dengan Xepeng.com untuk menerima penyelesaian transaksi dalam Rupiah. Sementara itu, desa adat, koperasi, LPD, dan BUMDes dapat mengajukan diri sebagai mitra penerima manfaat. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui balifuturelab.com/bali-kembali bagi media dan calon mitra.