— Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) sekaligus anggota DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan dukungan terhadap rencana kerja sama pemasokan amunisi antara perusahaan Malaysia Maruss SDN BHD, Jangkar Sinergi Group, dan PERIKHSA.

Rencana kerja sama itu dimaksudkan untuk memasok amunisi sesuai ketentuan yang berlaku bagi kebutuhan senjata latihan, senjata api bela diri, serta penggunaan militer di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menerima CEO Maruss SDN BHD, Syafiq bin Mohd Razi, di Black Stone Lounge Jakarta.

Tujuan Kerja Sama

Bamsoet menyebut pasokan amunisi yang terjamin penting bagi latihan aparat, kebutuhan bela diri yang diatur oleh hukum, serta kesiapan pertahanan negara. Ia menekankan bahwa kolaborasi harus diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kemampuan industri dalam negeri.

“Pasokan amunisi yang terjamin sangat penting untuk mendukung latihan aparat, kebutuhan bela diri yang diatur sesuai ketentuan hukum, maupun kesiapan pertahanan negara. Yang jauh lebih penting, kolaborasi ini harus diarahkan pada transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia nasional,”

Konteks Global dan Dampaknya

Bamsoet menjelaskan dinamika geopolitik dalam beberapa tahun terakhir mendorong negara-negara memperkuat ketahanan industri pertahanan masing-masing. Menurutnya, tekanan pada rantai pasok perlengkapan militer—termasuk amunisi—menyebabkan kenaikan harga dan keterbatasan pasokan.

Oleh karena itu, ia menilai Indonesia perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat pembangunan industri pertahanan melalui kolaborasi internasional yang memberikan nilai tambah bagi kapasitas manufaktur, riset, sertifikasi, dan peluang ekspor di masa depan.

Kebutuhan Dalam Negeri

Bamsoet menambahkan bahwa kebutuhan amunisi di dalam negeri meningkat seiring meningkatnya aktivitas latihan aparat keamanan, olahraga menembak, pendidikan, serta kebutuhan operasional pertahanan negara. Perkembangan olahraga menembak di Indonesia disebutnya turut mendorong kebutuhan amunisi berkualitas dengan pasokan stabil dan harga kompetitif.

Ia menegaskan pentingnya keberadaan industri pendukung yang kuat untuk menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga menembak, latihan aparat penegak hukum, pemilik izin khusus senjata api bela diri, dan kesiapan pertahanan. Semua aktivitas tersebut, kata Bamsoet, harus dilakukan di bawah pengawasan pemerintah dan sesuai ketentuan hukum.

“Keberadaan industri pendukung yang kuat akan membantu menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga menembak, kebutuhan latihan aparat penegak hukum, pemilik izin khusus senjata api bela diri, hingga kesiapan pertahanan negara. Semua itu harus tetap berada dalam pengawasan pemerintah dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku,”