Jurnal Indonesia — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara atau suspensi perdagangan tiga saham emiten, efektif mulai sesi I perdagangan Kamis, 10 September 2026.
Tiga saham yang suspensinya dicabut adalah PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), PT Pakuan Tbk (UANG), dan PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Pencabutan suspensi ini memungkinkan investor untuk kembali melakukan transaksi di pasar reguler dan pasar tunai.
Sebelumnya, BEI memberlakukan suspensi terhadap saham-saham tersebut menyusul adanya lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Saham CSMI disuspensi pada 28 Agustus 2026 setelah tercatat melonjak 131,6% dalam sebulan, meskipun mengalami penurunan 12,8% secara tahun berjalan (year-to-date/ytd). Saham UANG dan MGLV juga disuspensi pada 9 September 2026. Saham UANG naik 75% dalam sebulan terakhir dan turun 3,5% ytd, sementara MGLV meroket 76,2% dalam sebulan dan melonjak 575% ytd.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa kebijakan suspensi ini bertujuan sebagai mekanisme pendinginan (cooling down) demi melindungi investor. “Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” jelas Yulianto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (10/9/2026).
Yulianto menambahkan bahwa pihak yang berkepentingan diharapkan untuk senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.