— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa serangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia telah memberikan gangguan terhadap aktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun demikian, pemerintah meyakini bahwa dampak dari bencana-bencana tersebut masih terbatas dan belum cukup besar untuk menyebabkan perlambatan ekonomi secara signifikan.

Beberapa bencana alam yang melanda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir meliputi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra, serta erupsi gunung api di berbagai daerah. Gunung-gunung yang mengalami peningkatan aktivitas termasuk Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, Ibu di Maluku Utara, Ili Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki di NTT, Sinabung di Sumatera Utara, serta Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Purbaya menjelaskan bahwa rangkaian bencana ini dapat menghambat kegiatan ekonomi di daerah yang terdampak. Namun, ia memperkirakan tekanan yang timbul belum cukup kuat untuk mengubah arah pertumbuhan ekonomi nasional. “Pertumbuhan ekonomi mungkin ada sedikit gangguan, tetapi tidak akan memperlambat secara signifikan,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 masih berada dalam kondisi yang aman dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pemerintah justru berencana untuk terus mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini. “Angkanya masih sesuai target pemerintah, dan saat ini justru sedang kita genjot untuk triwulan ketiga dan keempat,” imbuhnya.

Dari sisi fiskal, Purbaya memastikan bahwa anggaran yang disiapkan untuk penanganan bencana masih mencukupi. Dana yang tersedia di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjadi prioritas penggunaan. Apabila kebutuhan penanganan meningkat dan anggaran yang ada tidak mencukupi, Kementerian Keuangan siap untuk memberikan tambahan dana kepada BNPB. “BNPB sudah memiliki dana. Jika ada kebutuhan, pasti masuk ke BNPB terlebih dahulu. Kalau butuh dana tambahan baru kita berikan,” jelas Purbaya.

Purbaya juga menyampaikan harapannya agar dampak dari berbagai bencana tersebut tidak meluas, sehingga tekanan terhadap perekonomian dapat tetap terbatas. “Mudah-mudahan dampaknya tidak besar,” tutupnya.