Jurnal Indonesia — Tangerang Selatan – Sebuah insiden kekerasan terjadi di Jalan Pamulang Raya, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (6/9) dini hari. Sekelompok pengendara sepeda motor yang berboncengan empat orang dan berkendara melawan arah menjadi resah. Ketika ditegur oleh seorang warga, bukannya mengindahkan, mereka justru bereaksi dengan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Menurut Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.17 WIB ini bermula ketika korban menegur para pelaku yang berkendara melawan arah. Teguran tersebut dijawab dengan nada provokatif oleh salah satu pelaku, Muhammad Agung Hikmah, yang berkata, “emang kenapa, ngapain lihat-lihat?”. Merasa tidak terima, korban kemudian memutar balik kendaraannya untuk mendekati para pelaku.
Situasi memanas ketika pelaku lain, Panji Tribuono, turun dari sepeda motor dan menghampiri korban. Bersama pelaku lainnya, mereka melakukan kekerasan dengan memukul korban menggunakan tangan kosong ke arah wajah. Tidak berhenti di situ, pelaku bernama Muzakar juga ikut turun dan mengeluarkan senjata tajam jenis arit. Ia menyerang korban sebanyak tiga kali ke arah kepala.
Korban berupaya menghindar dan menangkis sabetan arit tersebut menggunakan tangan kanannya, yang mengakibatkan luka pada jari kelingking tangan kanan korban. Selain melakukan penyerangan fisik, para pelaku juga merampas ponsel milik korban.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan insiden ini ke Polsek Pamulang. Polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku, yaitu Muzakar, Muhammad Agung Hikmah, dan Panji. Saat pengamanan, ditemukan satu bilah senjata tajam jenis arit yang disembunyikan di balik pakaian salah satu pelaku. Ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Pamulang untuk proses hukum lebih lanjut.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.