— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang memberikan penjelasan mengenai sumber suara dentuman misterius yang menggegerkan warga di wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Menurut BMKG, suara keras tersebut diduga berkaitan erat dengan aktivitas Gunung Semeru.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menegaskan bahwa suara dentuman tersebut bukan berasal dari aktivitas gempa tektonik maupun sambaran petir. Hasil pemantauan alat BMKG di waktu kejadian menunjukkan situasi seismik dan atmosfer Malang Raya dalam kondisi normal, tanpa fenomena ekstrem.

“Hasil pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Malang pada aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir di wilayah Malang dan sekitarnya pada waktu tersebut yang berpotensi menimbulkan suara dentuman,” ujar Ricko saat dikonfirmasi.

Ricko menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi tersebut mengungkap bahwa Gunung Semeru belakangan ini menunjukkan peningkatan tekanan gas vulkanik. Kondisi ini diduga memicu timbulnya suara dentuman hingga gemuruh yang dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh.

“Aktivitas letusan Gunung Api Semeru dalam beberapa minggu terakhir terkadang disertai suara dentuman maupun gemuruh dengan intensitas lemah, sedang, hingga kuat, yang berkaitan dengan peningkatan tekanan gas vulkanik,” ungkap Ricko.

Dengan adanya data tersebut, Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa suara dentuman yang terdengar di Malang Raya murni berkaitan dengan dinamika vulkanik Gunung Semeru, dan bukan akibat dari gempa bumi ataupun petir.

Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar di media sosial, Ricko mengimbau warga Malang Raya untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar.