— DEPOK – Keluhan warga di kawasan Tapos, Depok, terkait dugaan dampak negatif dari aktivitas pabrik plastik mencuat ke publik melalui sebuah video. Dalam video tersebut, warga mengungkapkan adanya asap yang diduga berasal dari pabrik plastik menyebabkan sesak napas. Tidak hanya itu, kualitas air tanah di sekitar lokasi juga dikeluhkan karena menimbulkan rasa gatal, pedih, dan perih pada kulit setelah digunakan.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat untuk melakukan penelusuran. Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan serangkaian pengujian untuk mengevaluasi kondisi lingkungan di sekitar perusahaan yang dilaporkan tersebut. Pengujian ini dilakukan pada Selasa (8/9) dan mencakup berbagai aspek.

“Sedang kami lakukan pengujian. Kami cek dari kebisingan, kebauan, uji kualitas air dan udara,” ujar Reni seperti dikutip dari situs Pemerintah Kota Depok, Rabu (9/9/26). Reni menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut langsung atas laporan masyarakat mengenai dugaan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan.

Pihak DLHK memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar dalam waktu sekitar 14 hari kerja. Selama proses pengujian berlangsung, DLHK berkomitmen untuk terus memantau perusahaan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kondisi lingkungan di sekitar area perusahaan tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut bagi masyarakat sekitar. “Kami terus monitor perusahaan tersebut sampai adanya hasil pemeriksaan,” tutup Reni.