Jurnal Indonesia — Bogor – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Bogor, masih belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama tiga hari. Petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala signifikan berupa angin kencang yang kerap menyulut kembali api dan keterbatasan pasokan air.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung lokasi kejadian pada Rabu (9/9/2026) dan menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama kesulitan pemadaman. “Memang faktor yang mempengaruhi itu cuaca dan angin yang memang cukup kencang, sehingga sangat berpotensi mudah menyala kembali api yang sudah padam,” ujar Jenal.
Selain angin, Jenal menambahkan bahwa ketersediaan sumber air menjadi kendala serius dalam proses penanganan. Kondisi kontur gunungan sampah yang berbukit dan berpotensi longsor memerlukan penanganan ekstra hati-hati. “Stok air kita memang ini yang cukup menjadi kendala dan keterbatasan penglihatan, karena jarak pandang sangat terbatas sehingga alat berat pun perlu hati-hati dalam melangkah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat medan yang berbukit dan kemungkinan adanya rongga di bawah tumpukan sampah yang bisa menyebabkan longsor. “Kontur yang memang berbukit dan bawahnya bisa jadi ada yang kosong dan khawatir longsor. Jadi kami sangat berhati-hati dan tentu terus berupaya untuk maksimal dengan potensi yang ada,” imbuhnya.
Saat ini, upaya pemadaman difokuskan pada penggunaan alat berat untuk mengurai tumpukan sampah di titik api. Petugas juga berupaya melokalisir area kebakaran dengan membuat tanggul darurat untuk mencegah api merambat lebih luas. “Metode yang dilakukan oleh Pemkot dan jajaran, relawan, kemudian dari kabupaten juga, kita membuat lerengan agar si api tidak menyebar dan kita lokalisir di satu titik, tidak menyebar ke hamparan tempat pembuangan sampah yang kita miliki,” kata Jenal.
Metode lain yang dinilai efektif adalah dengan membolak-balik sampah menggunakan alat berat seperti dump truck dan beko. “Yang kedua, dengan pola membolak-balikan sampah menggunakan dump truck, beko ya, itu cukup efektif,” lanjutnya.
TPA Galuga berlokasi di Kecamatan Cibungbulang dan merupakan lahan milik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. TPA ini kini melayani pengelolaan sampah dari kedua wilayah tersebut. Kolaborasi antara kedua pemerintah daerah terus dilakukan untuk menangani kebakaran yang terjadi.
Peristiwa kebakaran di TPA Galuga bermula dari kebakaran lahan warga pada Senin (7/9) sore, yang kemudian merambat ke tumpukan sampah pada malam harinya. Hingga kini, puluhan personel gabungan masih berjuang memadamkan api yang dilaporkan masih membara di sisi utara gunungan sampah.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.