— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 8.900 hektare lahan telah terbakar di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). BNPB terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan personel serta berbagai sarana pendukung.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyampaikan bahwa data lahan terbakar di Kalsel mencapai sekitar 8.900 hektare hingga Sabtu (22/8/2026). Ia juga menyebutkan bahwa kabut asap sempat terpantau di Kalsel pada 19-20 Agustus, yang menjadi perhatian serius bagi BNPB.

Djohan menjelaskan bahwa titik panas (hotspot) cukup tinggi terdeteksi di beberapa area Kalsel, terutama di Ring 1 yang berdekatan dengan bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut. “Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot yang cukup tinggi, khususnya berada di Ring 1 yang mendekati bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.

Meskipun kondisi di lapangan dilaporkan mulai membaik, proses pemadaman dan pendinginan tetap dilanjutkan di lokasi yang terdampak. BNPB telah mengerahkan sekitar 9.800 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalsel, didukung oleh sembilan unit helikopter yang disiagakan.

Selain di Kalsel, BNPB juga memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan menggelar 11 unit helikopter. Unit-unit ini meliputi dua unit untuk patroli udara dan sisanya dialihkan untuk operasi udara karena belum adanya pertumbuhan udara di wilayah tersebut. Enam unit water bombing juga disiagakan, bersama dua pangkalan satgas udara di Bandara Supadio dan Ketapang untuk mendukung operasi di daerah selatan Kalbar, termasuk Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.

Sementara itu, BNPB juga mencatat peningkatan intensitas titik api di Kalimantan Tengah (Kalteng), sehingga mengerahkan 10 unit helikopter. Armada ini terdiri dari tiga unit helikopter Bell, satu unit Caravan yang dapat berfungsi patroli dan OMC, serta enam unit water bombing. Dua pangkalan operasi udara disiapkan di Kalteng, yakni di Bandara Tjilik Riwut dan satu lagi di Kabupaten Sampit. Dukungan tambahan meliputi lima unit motor trail untuk akses lokasi sulit, mobil tangki air, pompa air, dan flexible tank.