— MINAHASA TENGGARA – Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) bernama Anisa Azahra Munaimbala (9) di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, menjadi korban perundungan oleh teman-teman sebayanya. Bocah yang akrab disapa Icha ini dilaporkan menangis lantaran diejek karena kondisi ekonomi keluarganya yang dianggap miskin dan memiliki rumah yang jelek.

Menurut pengakuan ibunya, Feyti Kawulusan, Icha merasa sangat sakit hati dengan perkataan teman-temannya. “Anak saya di-bully, rumahnya dibilang jelek dan ayahnya disebut orang miskin, itu yang membuat Icha paling sakit hati,” ujar Feyti.

Peristiwa perundungan tersebut terjadi di dekat rumah mereka di Jaga V, Desa Molompar II Utara, Kecamatan Tombatu Timur, pada Kamis (23/7) sore. Tangisan Icha saat itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.

Feyti menceritakan bahwa ia mendengar keributan sekelompok anak di depan rumahnya. Saat keluar, ia mendapati anaknya dalam keadaan menangis tersedu-sedu. “Saya datang dan bertanya ada apa, lalu anak saya bilang dia di-bully,” imbuhnya.

Feyti mengaku telah menegur anak-anak yang mengejek Icha dan menyayangkan sikap mereka yang dianggap sudah kelewat batas. “Ini sudah kedua kalinya anak saya di-bully, yang pertama saya masih bersabar, tapi kali ini sudah keterlaluan,” ungkapnya.

Video tangisan Icha direkam oleh ibunya sendiri. Feyti menasihati anaknya dengan penuh kasih sayang, seraya menyampaikan pesan agar kondisi ekonomi tidak dijadikan bahan ejekan. “Kami juga manusia yang punya perasaan, meskipun miskin jangan dijadikan bahan bully-an,” tuturnya.

Feyti berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya bekerja sebagai buruh dan petani. Icha sendiri saat ini masih duduk di bangku kelas IV SD Negeri 1 Molompar. Feyti berharap kondisi ekonomi keluarganya tidak lagi menjadi bahan ejekan yang dapat memengaruhi mental anaknya.

“Kami memang miskin, semua orang di lingkungan ini tahu, tapi jangan sampai mem-bully anak saya. Bagaimana dengan mental anak saya,” harap Feyti.