Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terukur dan diakui secara profesional. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang menawarkan akses sertifikasi gratis bagi 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk karyawan internal Brantas Abipraya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan mitra perusahaan. Diharapkan, program ini dapat memperluas manfaat pengembangan kompetensi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem SDM yang berkualitas.
Acara pembukaan sertifikasi dihadiri oleh Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia, RR. Lieke Roosdianti; Koordinator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN, Fahrudin Mutamin; serta Ketua LSP HCMI, Rini.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, menyatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas Human Capital. “Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” ujar Purnomo dikutip dari keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).
Menurut Purnomo, perkembangan industri konstruksi yang dinamis menuntut perusahaan dan individu di dalamnya untuk terus meningkatkan kemampuan. Perubahan teknologi, digitalisasi, regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi menjadikan kompetensi sebagai faktor penting dalam menghadapi perubahan industri.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” tambahnya.
Sertifikasi MSDM ini membekali peserta dengan kompetensi relevan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Materi yang diajarkan mencakup penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, hingga pembelajaran dan pengembangan SDM.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.