Jurnal Indonesia — New Jersey – Bek Timnas Argentina, Cristian Romero, menjadi sorotan setelah terlihat mengabaikan jabat tangan Donald Trump dalam upacara penyerahan medali runner-up Piala Dunia 2026. Momen tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial.
Timnas Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 1-0 dari Spanyol dalam laga final yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Romero sendiri tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut, namun harus ditarik keluar pada menit ke-44 karena cedera dan digantikan oleh Nicolas Otamendi.
Saat prosesi penyerahan medali perak untuk tim Argentina, momen menarik tertangkap kamera. Para pemain menerima medali dari Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Romero terlihat menerima kalungan medali dari Infantino, bahkan sempat berjabat tangan dengannya. Namun, saat berhadapan dengan Trump yang berdiri di sebelahnya, Romero tampak melewatkan jabat tangan tersebut dan langsung berjalan pergi. Bek Tottenham Hotspur itu justru terlihat menyalami Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang berada di sisi kiri Trump.
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah insiden canggung antara Romero dan Trump tersebut disengaja atau tidak. Video yang merekam kejadian ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.
Akun X EPL Bible mengunggah video tersebut dengan keterangan, “Romero menolak berjabat tangan dengan Donald Trump.” Sementara itu, akun Troll Football Media menambahkan, “Romero mengabaikan Trump. Mohon maaf sudah memperlakukanmu dengan buruk sebelumnya.”
Insiden ini juga mengingatkan pada klaim bahwa Lisandro Martinez, rekan setim Romero, juga menolak berjabat tangan dengan Trump. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa Martinez sempat berjabat tangan dengan Trump sebelum menerima medali.
Sebelumnya, pemain cadangan Spanyol, Borja Iglesias, juga sempat menyatakan keengganannya untuk berjabat tangan dengan Trump. Meski demikian, Iglesias akhirnya memilih menyalami Trump, meskipun tidak melakukan kontak mata langsung. “Saya tak mau masuk penjara. Saya harap bisa menyapanya ketika kami semua bahagia dan itu berlalu begitu cepat, sehingga saya bisa segera melupakannya,” ujar Iglesias sebelum pertandingan, seperti dikutip dari Fox News.
Ikuti Jurnal Indonesia
