Jurnal Indonesia — Riyadh – Suasana pertandingan Liga Arab Saudi antara Al Taawoun melawan Al Hilal pada Sabtu (12/9/2026) diwarnai insiden tidak menyenangkan. Sejumlah pendukung Al Taawoun dilaporkan mengolok-olok gelandang Al Hilal, Ruben Neves, dengan meneriakkan nama mendiang Diogo Jota. Aksi tersebut dikecam keras oleh kapten Al Hilal, Cristiano Ronaldo.
Pertandingan yang berlangsung di kandang Al Taawoun tersebut berakhir dengan kemenangan telak bagi Al Hilal dengan skor 6-0. Tiga gol dicetak oleh Gabriel Martinelli, dua gol oleh Ollie Watkins, dan satu gol oleh Sultan Mandash. Ruben Neves sendiri tampil sebagai starter dan turut berkontribusi dengan memberikan assist untuk gol pembuka timnya.
Di tengah jalannya pertandingan, Neves menjadi sasaran ejekan dari sebagian pendukung tuan rumah yang meneriakkan “Jota, Jota”. Chant ini merujuk pada Diogo Jota, sahabat dekat Neves yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada tahun 2025. Neves terlihat terkejut dan membalas ejekan tersebut dengan mengangkat jari ke atas.
“Saya hanya berharap setelah ini mereka tidak akan berdoa lagi karena apa yang telah mereka lakukan!” ungkap Ruben Neves usai laga, seperti dikutip dari A Bola. Pernyataan ini menunjukkan betapa terlukanya Neves atas aksi yang dinilainya tidak pantas.
Cristiano Ronaldo, yang juga merupakan rekan setim Neves di Al Hilal dan Timnas Portugal, turut angkat bicara mengenai insiden tersebut. Melalui akun Instagramnya, CR7 mendesak Saudi Pro League untuk mengambil tindakan tegas terhadap para penggemar Al Taawoun yang menggunakan nama mendiang Diogo Jota untuk mengolok-olok Neves.
“Liga harus bertindak dan menghukum perilaku penggemar seperti ini. Ini bukan lagi sepakbola, dan harus ada batasan,” tegas Ronaldo dalam unggahan yang membalas video Neves diolok-olok. Ia menambahkan, “Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke stadion lagi.”
Kehilangan Diogo Jota juga dirasakan oleh Cristiano Ronaldo. Jota, Neves, dan Ronaldo merupakan bagian dari skuad Timnas Portugal yang berhasil menjuarai UEFA Nations League pada tahun 2025. Insiden ini menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dan rasa hormat di dunia sepak bola, bahkan di tengah persaingan antar klub.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.