— The Odyssey, film terbaru sutradara Christopher Nolan, mengalami perubahan tajam dalam penerimaan publik. Setelah trailer awalnya mendapat kecaman luas, versi penuh yang kini tayang di bioskop justru dipuji banyak penonton dan kritikus.

Cuplikan yang sempat menuai hujatan di internet berubah menjadi bahan pujian setelah pemutaran perdana dan screening media, dengan klaim pengalaman sinematik yang dinilai mengangkat posisi film tersebut dalam karier Nolan.

Awal Kontroversi: Trailer Menuai Hujatan

Saat trailer resmi dirilis beberapa pekan lalu, respons publik jauh dari positif. Cuplikan resmi film itu menerima lebih dari 700 ribu dislike di YouTube.

Di berbagai platform media sosial—mulai dari Instagram, Reddit, hingga X—warganet mempertanyakan sejumlah keputusan kreatif Nolan, termasuk pemilihan pemain. Kehadiran Lupita Nyong’o sebagai Helen of Troy memicu perdebatan karena dianggap tidak sesuai dengan gambaran karakter dalam mitologi Yunani yang selama ini dikenal luas.

Selain itu, sejumlah penonton menyoroti penggunaan dialog yang dinilai terlalu modern. Beberapa potongan percakapan, termasuk penggunaan istilah seperti ‘daddy’, dianggap kurang cocok dengan latar cerita Yunani kuno.

Kostum para karakter juga menjadi sasaran kritik. Helm Agamemnon, misalnya, menjadi bahan candaan di media sosial karena disebut-sebut lebih menyerupai topeng Batman daripada perlengkapan perang Yunani klasik.

Tidak sedikit pula yang berpendapat trailer terasa kurang megah dibandingkan ekspektasi untuk film dari sutradara yang sebelumnya mengarahkan Interstellar, Inception, dan Oppenheimer.

Perubahan Penilaian Setelah Tayang

Suasana berubah drastis ketika The Odyssey menggelar pemutaran perdana dan screening untuk media. Reaksi awal justru didominasi pujian, baik dari kritikus maupun penonton.

Banyak yang memuji bagaimana Nolan menghadirkan kisah klasik dengan pendekatan sinematik modern tanpa menghilangkan esensi cerita asli. Sebagian bahkan menyebut The Odyssey memberi pengalaman “Absolute Cinema”.

Durasi film yang hampir tiga jam dinilai mampu memadukan skala epik, visual spektakuler, dan emosi kuat dalam perjalanan Odysseus kembali ke rumah setelah Perang Troya.

Teknologi IMAX 70 mm yang digunakan Nolan kembali menjadi sorotan. Banyak penonton menyebut pengalaman visual film ini sebagai salah satu yang terbaik dalam karier sang sutradara.

Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, The Odyssey memperoleh skor kritik yang sangat tinggi pada penayangan awal. Sejumlah pengulas bahkan menyebutnya layak disejajarkan, bahkan melampaui, beberapa film terbaik Nolan sebelumnya.

Cuplikan trailer The Odyssey. Foto: Dok. YouTube

Rangkuman Reaksi Penonton

Berikut rangkuman reaksi warganet setelah menonton film The Odyssey:

“the best 3 hours of my cinema experience, bagus banget sampe gak bisa kedip, scenes monsternya juga bikin ngeri, shot-shotnya khas Nolan banget, absolut cinema…,” kata @sean_dhe.

“3 jam tapi padet banget, sama sekali ga ada rasa bosen atau ngantuk. final scenenya pecah banget. lumayan banyak scene yg bikin kaget & bikin kuping dengung & tidak epilepsi-friendly. 8/10,” ungkap @xtrasuhgar.

“baru ini nonton film minim senderan! sebagian besar aku duduk maju kedepan sambil konsentrasi penuh hahaha GILA BAGUS BANGET! cinematografi manjain mata, scoringnya, sound effectnya… ADUH harus gimana lagi deskripsiinnya ya,” ungkap @anismega.

“absolute cinema🙏 meskipun the odyssey ini banyak yg kontra gara” pemilihan castnya, tpi soal cerita, sound effect dll, bagus bgtt, apalagi nontonnya di IMAX. 9/10 wajib nonton si,” nilai @net_beanss.