— JAKARTA – Sejumlah berita ekonomi menarik perhatian investor pada Kamis (10/9/2026). Mulai dari prediksi dividen fantastis PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) hingga pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah.

Berikut adalah lima berita ekonomi paling populer yang dirangkum hingga hari ini.

Dividen Besar DMAS, Rasio 95%

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), bagian dari Grup Sinar Mas, diprediksi akan tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Hal ini didukung oleh posisi kas perusahaan yang mencapai Rp 2 triliun dan fundamental bisnis yang kokoh, terutama didorong oleh geliat bisnis pusat data (data center/DC) di Indonesia.

Berdasarkan catatan RHB Sekuritas, Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri yang dikembangkan DMAS, berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 993 megavolt ampere (MVA). Langkah ini diharapkan memperkuat posisi DMAS sebagai lokasi industri pusat data.

Mengenai dividen, RHB Sekuritas mencatat bahwa untuk tahun buku 2025, DMAS membagikan dividen dengan yield 9% dan rasio pembayaran 99%. Proyeksi untuk tahun buku 2027 memperkirakan dividen dengan rasio 95% dan yield 15% dari harga saham saat ini. Pertanyaan mengenai besaran dividen per saham masih menjadi sorotan.

Nasib Saham Bank Central Asia (BBCA)

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi perhatian pasar. Pada akhir sesi I perdagangan Kamis (10/9/2026), saham BBCA tercatat melemah 1,15% ke level Rp 6.450.

Nilai transaksi saham BBCA pada sesi I hari ini juga tergolong besar, mencapai Rp 705,42 miliar. Pelemahan saham emiten perbankan besar ini disebabkan oleh tekanan jual. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya net sell sebesar Rp 223,4 miliar pada saham BBCA, yang merupakan nilai tertinggi di antara saham lain yang mengalami net sell.

Emiten Prajogo Pangestu Kembali Menyita Perhatian

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten milik Prajogo Pangestu, kembali menarik perhatian pasar. Pada sesi I perdagangan Kamis (10/9/2026), emiten ini mencatatkan nilai transaksi terbesar mencapai Rp 731,29 miliar.

Harga saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melonjak 7,98% ke posisi Rp 1.015. Sebanyak 729,03 juta saham CUAN diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 62.739 kali.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan negosiasi terkait rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI), yang merupakan entitas dari Hapsoro. Rincian lebih lanjut mengenai berita ini terus dinanti.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 10 September 2026

Harga emas perhiasan dari berbagai kadar terpantau di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Kamis pagi, 10 September 2026.

Mengingat tren harga emas yang dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau pergerakannya. Hal ini penting untuk dapat mengambil keputusan terbaik, baik saat membeli maupun menjual.

Daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari sumber-sumber tersebut dalam berbagai kadar karat dapat dicek pada hari ini, Kamis (10/9/2026).

Emiten Hapsoro Berencana Akuisisi Lagi

Emiten milik Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), memaparkan rencana investasinya ke depan. Emiten di sektor migas ini menargetkan untuk melakukan satu akuisisi lagi secara konservatif pada tahun 2027.

Direktur Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini sedang dalam proses meninjau rencana akuisisi aset yang sudah ada dalam daftar tunggu (pipeline) perusahaan.

Namun, ia menambahkan, dengan ekspektasi yang lebih konservatif, kemungkinan akuisisi baru akan dilakukan paling cepat pada tahun 2027. Alasan di balik target waktu ini masih menjadi pertanyaan.