Jurnal Indonesia β JAKARTA β Momen perayaan kemenangan tim nasional Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026 diwarnai dengan insiden unik terkait kehadiran mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah kejadian yang terekam, Trump tampak enggan bergeser dari area selebrasi timnas Spanyol, bahkan setelah Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba menggiringnya untuk memberi ruang.
Akibatnya, selebrasi resmi dilakukan dengan Trump tetap berada di sisi para pemain timnas Spanyol. Namun, kejanggalan baru terungkap ketika foto dan video resmi dari akun Timnas Spanyol di platform X.com dan Instagram dirilis. Dalam materi visual tersebut, sosok Donald Trump terlihat tidak ada, seolah ‘dihapus’ dari momen bersejarah itu.
Penghapusan Trump dari foto-foto tersebut sontak memicu gelombang reaksi dari para penggemar sepak bola di media sosial. Unggahan di X.com, misalnya, dibanjiri ribuan komentar, retweet, dan ‘likes’. Selain ucapan selamat untuk timnas Spanyol, banyak komentar yang mempertanyakan dan mengapresiasi bagaimana Trump bisa ‘menghilang’ dari foto.
Para suporter justru menyambut baik keputusan untuk menghilangkan Trump dari foto, baik melalui teknik croping maupun penggunaan kecerdasan buatan (AI). Banyak yang menilai bahwa foto tersebut menjadi lebih baik tanpa kehadirannya.
Salah satu pengguna X.com, @Villafuert47276, menuliskan, “Tapi apa-apaan sih, teman-teman!! Kenapa mereka hapus Pak Donald dari foto itu? Hahahaha…!” Sementara itu, @litogtrz__ berkomentar, “Hormat untuk yang menghapus Si Cheeseto dengan wig, selalu di sisi yang benar dari sejarah.”
Komentar lain datang dari @Gloomenn yang menyatakan, “Bagus banget mereka menghapus foto si kakek tua itu, selamat ya!” Pengguna @IanCorona menambahkan, “Ada yang nyelonong menyampah, baguslah mereka hapus π«Άπ».”
Bahkan ada yang memberikan pujian khusus terkait penggunaan teknologi. @PawlowskiMario mengatakan, “Congratulations π ππͺπΈ You removed the orange stain from you picture π.” Sementara @GeorgeArtwell memberikan apresiasi lebih lanjut, “Double Bravo untuk penggunaan AI yang bijaksana untuk menghapus m****t oranye dari gambar demi sejarah. Ini adalah pengecualian moral dan etika terhadap revisionisme π€£ dalam kasus ini boleh saja hahaha.”
Ikuti Jurnal Indonesia
