— Munich – Harry Kane menyatakan bahwa peluangnya memenangi penghargaan Ballon d’Or 2026 berada di luar kendalinya, meskipun ia digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi prestisius tersebut. Bomber Bayern Munich ini menampilkan performa luar biasa sepanjang musim lalu, mencatatkan 73 gol untuk klub dan tim nasional, serta membawa Bayern meraih gelar domestik, melaju ke semifinal Liga Champions, dan finis di posisi ketiga Piala Dunia 2026.

Kane diperkirakan akan bersaing dengan nama-nama besar lainnya, termasuk Lamine Yamal dan Rodri yang sukses membawa timnya menjuarai Piala Dunia 2026, serta Lionel Messi yang mengantarkan Argentina ke final turnamen tersebut.

“Ini rumit. Saya tidak pernah suka terlalu banyak membicarakan tentang diri saya sendiri. Apa yang bisa saya katakan adalah musim lalu itu luar biasa, baik secara individu maupun tim,” ungkap Harry Kane kepada Marca. “Itu, sejauh ini, adalah musim terbaik dalam karier saya. Memang benar bahwa saya sudah mencapai 73 gol, kedua terbanyak dalam sejarah (setelah Lionel Messi yang mencetak 82 gol di 2011/12) itu faktanya. Saya sangat bangga dengan hal itu.”

Lebih lanjut, Kane menegaskan bahwa penentuan pemenang Ballon d’Or bukan sepenuhnya di tangannya. “Namun, Ballon d’Or itu tidak ditentukan oleh saya. Itu tergantung pada orang-orang yang melakukan pemungutan suara. Dari sudut pandang saya, musim lalu sudah selesai. Sekarang saya fokus pada musim ini dan saya sangat menantikan hal apa lagi yang bisa saya lakukan.”

Pemain asal Inggris ini menyadari bahwa perbincangan mengenai Ballon d’Or akan terus mengemuka hingga penghargaan tersebut diumumkan. “Saya tahu akan ada banyak sekali pembicaraan tentang Ballon d’Or sampai Oktober nanti, karena itu adalah sebuah penghargaan bergengsi,” ujar Harry Kane.