— Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan dukungannya terhadap wacana pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, penggabungan ini dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan efisiensi dalam upaya penanganan bencana alam di Indonesia.

“Ya kami prinsip mendukung ya. Karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah tuh seperti apa, gitu loh. Kami sifatnya kan menerima, ya. Memang kalau menurut kami sih kalau mau mempersedikit badan ya, ada baiknya sih dari sisi efisiensi juga ya. Karena koordinasi juga jadi lebih mudah,” ujar Lasarus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Lasarus menjelaskan bahwa Badan Geologi memiliki mandat untuk mengamati aktivitas gunung berapi, sementara BMKG juga memiliki instrumen dan sumber daya manusia yang relevan dengan pengamatan geologi. Ia menilai penggabungan kedua lembaga ini akan lebih efektif dan efisien dari sisi komunikasi.

“Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi, ya,” tuturnya.

Meskipun demikian, Lasarus mengakui bahwa akan ada tantangan administratif jika Badan Geologi, yang saat ini berada di bawah Kementerian ESDM, diintegrasikan dengan BMKG. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pemerintah.

“Fokusnya ke mana dulu? Kalau fokus ke bencana, menurut saya memang jauh lebih efektif barang itu ada bersama BMKG,” katanya.

Ia menambahkan, “Karena sebagian peralatan BMKG ini juga dipakai oleh Badan Geologi, untuk data geologi gitu loh. Jadi, monggo saja lah, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan menurut saya baik sih. Ide itu baik.”

Pandangan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda. Ia juga menilai penggabungan Badan Geologi dan BMKG akan membuat koordinasi kedua lembaga menjadi lebih efektif dan kinerja mereka akan tersatukan.

“Saya, standing point saya, saya setuju. Ini kira-kira secara kelembagaan pasti akan lebih efektif, karena koordinasi antara BMKG dengan Badan Geologi secara kinerja disatukan. Pasti kalau bertanya efektif, pasti akan lebih efektif,” kata Huda.

Huda mengungkapkan bahwa sejak awal ia mendorong agar penanganan kebencanaan berada dalam satu kelembagaan, mengingat urusan kebencanaan saat ini masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.

“Nah, terkait dengan mitigasi yang sifatnya sebelum bencana, saya kira memang ada kebutuhan juga untuk mengintegrasikan beberapa kelembagaan itu. Paling tidak Badan Geologi dengan BMKG,” paparnya.

“Jadi dua-duanya akan memenuhi apa yang dicita-citakan gitu. Yang pertama untuk memastikan semua potensi kebencanaan bisa diantisipasi dengan baik dengan mengintegrasikan kelembagaan-kelembagaan itu. Saat yang sama pascabencana ditangani juga oleh kelembagaan yang terintegrasi,” imbuhnya.

Wacana penggabungan ini sendiri mencuat saat rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara hibrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, kepala badan/lembaga, serta kepala daerah yang terdampak bencana.

Dalam rapat tersebut, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan menilai bahwa usaha pemerintah untuk memitigasi bencana sudah berjalan maksimal. Ia berjanji pemerintah akan terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.

“Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal, ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah-langkah ke depan,” ujar Prabowo.

“Sementara kita kan ada di ring of fire, kita siap, ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” sambungnya.

Prabowo sempat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan kedua lembaga tersebut di hadapan Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta menteri lainnya. Meskipun belum mengambil keputusan final, ia menyatakan gagasan penyatuan tersebut masih dalam kajian.

“Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu,” tutupnya.