— Dua mahasiswa berprestasi asal Indonesia berhasil menembus panggung internasional berkat partisipasi mereka dalam Liga Universitas Coca-Cola 2026. Ajang ini tidak hanya melahirkan juara di tingkat regional, tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam forum global.

STKIP Pasundan keluar sebagai juara Regional Bandung, sementara Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meraih gelar kampiun Regional Jakarta. Kompetisi yang diikuti oleh total 15 tim ini mengusung semangat ‘Football for Peace’ dan ‘Football for Mental Health’, menjadikannya lebih dari sekadar turnamen sepak bola biasa.

Liga Universitas memberikan kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk tampil di forum internasional di United Nations Headquarters (UNHQ), New York, Amerika Serikat. Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari ITB terpilih sebagai delegasi Indonesia untuk program “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being.” Elang, yang telah berkarier di sepak bola kompetitif selama lebih dari 13 tahun, menjabat sebagai kapten tim STKIP Pasundan. Sementara itu, Elyas memiliki rekam jejak sebagai Presiden PS ITB, organisasi yang membawahi lebih dari 150 anggota.

Di New York, kedua delegasi Indonesia berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara mengenai peran krusial olahraga dalam mendukung kesejahteraan generasi muda, khususnya terkait isu kesehatan mental dan upaya perdamaian global. Project Lead Liga Universitas Coca-Cola, Hugo Oceano, menekankan bahwa pengalaman ini membuktikan dampak sepak bola yang melampaui batas lapangan pertandingan.

“Kesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional di New York adalah pengalaman yang sangat berharga. Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dan berbagi pandangan mengenai bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana membangun generasi muda, memperkuat pendidikan, dan menciptakan perdamaian,” ujar Hugo dalam keterangan persnya.

Selain sesi diskusi, para delegasi juga berkesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh sepak bola dunia ternama, termasuk Luis Figo, Gilberto Silva, dan Daniel Amokachi. Pertemuan ini menjadi ajang bertukar pandangan mengenai pembinaan pemain muda dan arah perkembangan sepak bola di masa depan. Perjalanan menuju New York ini juga didukung oleh Qatar Airways, yang turut memfasilitasi pengalaman berharga bagi para delegasi ini dalam memperluas wawasan dan membawa pulang perspektif baru.

Liga Universitas 2026 menunjukkan bahwa sepak bola mahasiswa memiliki potensi besar sebagai platform untuk membangun kepemimpinan, memperluas jejaring, dan menyuarakan aspirasi generasi muda Indonesia di kancah internasional.