Jurnal Indonesia — Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kesultanan Oman, Andi Rahadian, secara resmi telah menyerahkan surat kepercayaan atau Letter of Credence kepada Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan Oman, Sultan Haitham bin Tariq. Penyerahan ini menandai dimulainya tugas Dubes Andi secara resmi di Kesultanan Oman.
Upacara kenegaraan tersebut berlangsung khidmat di Istana Al Hosn, Kota Salalah, Oman, pada Kamis (10/9/2026). Prosesi diawali dengan penyambutan megah di pelataran istana, di mana Korps Musik Istana (Royal Guard Band) memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat Dubes Andi Rahadian tiba.
Dalam acara tersebut, Sultan Haitham bin Tariq didampingi oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al Busaidi. Dubes Andi Rahadian didampingi oleh jajaran KBRI Muscat, termasuk sang istri, Pejabat Fungsi Politik, serta Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler.
Usai penyerahan dokumen diplomatik, Dubes Andi berkesempatan melakukan pertemuan empat mata dengan Sultan Haitham. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Andi menyampaikan salam hormat dan pesan bersahabat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta doa untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan Sultan dan seluruh rakyat Oman.
Dubes Andi juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari pemerintah Oman dalam memperkuat kemitraan bilateral. Indonesia menyatakan komitmen penuh untuk memperluas cakupan kerja sama strategis, terutama pada sektor-sektor prioritas.
“Kami berharap kerja sama antara Indonesia dan Oman dapat terus ditingkatkan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pendidikan,” ujar Dubes Andi dalam keterangan tertulis KBRI Muscat yang diterima di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Untuk mempererat hubungan kedua negara, Dubes RI menyampaikan undangan kehormatan bagi Sultan Haitham untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Indonesia juga mendorong peningkatan investasi Oman di tanah air serta perluasan program beasiswa perguruan tinggi bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia di berbagai bidang keilmuan di Oman.
Menanggapi hal tersebut, Sultan Haitham bin Tariq menyambut hangat kedatangan Dubes Andi dan menyampaikan salam balik kepada Presiden Prabowo Subianto. Sultan menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memberikan dukungan penuh kepada Dubes Andi selama menjalankan misi diplomatiknya di Oman.
Upacara penyerahan surat kepercayaan pada hari yang sama juga diikuti oleh duta besar negara sahabat lainnya, antara lain dari Malaysia, Korea Selatan, Jerman, Swiss, India, Tanzania, Brasil, dan Tajikistan. Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Kesultanan Oman telah terjalin secara resmi sejak tahun 1978. Selama lebih dari empat dekade, kedua negara berkembang menjadi mitra strategis yang saling menghormati, berbasis pada persamaan nilai-nilai perdamaian, moderasi beragama, dan kerja sama ekonomi saling menguntungkan.
Oman memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis di kawasan Teluk (GCC) dan Semenanjung Arab. Bagi Indonesia, Oman bukan hanya sekadar mitra dagang di sektor energi dan manufaktur, melainkan juga pintu gerbang penting dalam memperluas akses pasar produk Indonesia ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Timur. Sebaliknya, Indonesia menawarkan potensi besar bagi Oman sebagai tujuan investasi strategis di bidang infrastruktur, energi terbarukan, industri halal, dan pariwisata.
Peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan juga menjadi pijakan penting dalam mempererat hubungan people-to-people contact. Pertukaran mahasiswa serta program beasiswa antara kedua negara diharapkan mampu memperkokoh pemahaman lintas budaya dan melahirkan generasi muda yang berkontribusi aktif pada diplomasi kedua negara di masa depan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.