— JAKARTA, investor.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi berbasis teknologi, mencatat tonggak sejarah baru dengan berhasil mengimplementasikan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding. Implementasi ini dilakukan pada Pilot Project Enhanced Oil Recovery (EOR) Lapangan Rama, yang merupakan milik Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).

Proyek ini menandai implementasi CEOR Offshore pertama di Indonesia. Keberhasilan ini dianggap sebagai langkah penting dalam transformasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas nasional yang telah memasuki fase mature field atau lapangan matang. Hal ini disampaikan oleh Phintraco Sekuritas dalam catatan mereka yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026).

Melalui salah satu anak usahanya, PT Elnusa Petrofin, Elnusa Tbk menyediakan solusi yang terintegrasi penuh. Solusi tersebut mencakup pasokan material polimer, unit injeksi polimer (Polymer Injection Unit/PIU), hingga pelaksanaan operasi di lapangan.

Phintraco Sekuritas memperkirakan keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak positif. Diharapkan terjadi peningkatan recovery factor, perpanjangan umur produksi lapangan migas nasional yang sudah matang, serta membuka peluang penerapan teknologi serupa di lapangan migas lainnya. Upaya ini secara keseluruhan mendukung target peningkatan lifting migas nasional.

Menurut broker efek tersebut, keberhasilan implementasi CEOR Offshore pertama di Indonesia ini semakin memperkuat kapabilitas teknologi Elnusa Tbk di sektor jasa migas. Pencapaian ini berpotensi membuka peluang kontrak EOR di lapangan migas mature field lainnya, seiring dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional. Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas menilai dampak finansialnya masih relatif terbatas dalam jangka pendek karena proyek ini masih dalam tahap percontohan (pilot).

Ke depannya, Elnusa Tbk menargetkan teknologi CEOR ini akan dimanfaatkan untuk mendukung lapangan-lapangan migas milik Pertamina. Prioritas utama adalah sumur-sumur di Blok Rokan dan Blok Mahakam, mengingat banyaknya sumur di kedua lokasi tersebut yang telah memasuki fase lapangan matang.

Phintraco Sekuritas juga menyoroti valuasi saham ELSA saat ini. Perusahaan mencatat, Elnusa Tbk diperdagangkan pada rasio harga terhadap pendapatan (PER) 6,21 kali dan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) 0,86 kali. Angka ini berada di bawah rata-rata PER dan PBV subsektor Oil, Gas, & Coal yang masing-masing tercatat 10,39 kali dan 1,76 kali. Valuasi yang lebih rendah ini membuat saham ELSA dinilai ‘salah harga’.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026), saham ELSA mengalami pelemahan sebesar 0,78% dan ditutup pada level Rp 640 per saham. Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest edisi 17 Juli 2026 memberikan rekomendasi ‘buy’ untuk saham ELSA dengan target harga Rp 900.