Jurnal Indonesia — JAKARTA, investor.id – Manajemen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memberikan tanggapan resmi terkait pemberitaan di Investor.id yang terbit pada 17 Juli 2026. Berita tersebut berjudul “PGEO Bidik Geo Dipa, Muncul Target Harga Baru”.
Corporate Secretary PGEO, Muhammad Taufik, menjelaskan dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (18/7/2026) bahwa isi pemberitaan itu merupakan hasil analisis dari BRI Danareksa Sekuritas dan bukan pernyataan resmi dari perseroan.
“Hasil riset BRI Danareksa Sekuritas juga tidak menyebutkan bahwa PGEO akan mengambil kepemilikan saham Geo Dipa dan hanya menyampaikan pendapat bahwa jalur yang lebih cepat untuk pertumbuhan kapasitas adalah akuisisi aset yang sudah berproduksi di pasar domestik,” ujar Taufik.
Taufik menekankan bahwa sebagai perusahaan terbuka, PGEO selalu berpegang teguh pada prinsip keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi resmi selalu disampaikan kepada publik melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Saat ini, fokus utama PGEO adalah untuk mencapai target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan akses energi bersih yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
“Sebagai perusahaan terbuka, PGEO berkomitmen menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan melalui penyampaian informasi yang transparan dan akuntabel,” pungkas Taufik.
Ikuti Jurnal Indonesia
