— Permintaan terhadap Exchange-Traded Funds (ETF) emas kembali menguat signifikan pada Agustus 2026. World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa investasi pada ETF emas global mencatat arus masuk modal terbesar kedua dalam sejarah.

Sepanjang bulan Agustus, arus dana masuk ke ETF emas global mencapai US$ 18 miliar. Sebagian besar aliran dana ini terkonsentrasi di pasar Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Secara year-to-date, total arus masuk ETF emas global mencapai US$ 29 miliar, yang setara dengan peningkatan kepemilikan emas sebesar 160 ton. Analis WGC menyatakan bahwa dana yang terdaftar di Asia tetap menjadi penyumbang terbesar arus masuk global selama periode tersebut, diikuti oleh Eropa.

WGC menyoroti bahwa kenaikan imbal hasil jangka panjang dan intervensi Departemen Keuangan AS pada 19 Agustus meningkatkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan dan dominasi fiskal. Hal ini memicu kembali ketakutan akan potensi penurunan nilai mata uang dolar AS. Ketika harga emas menguat dan menembus level teknis utama, momentum harga kemungkinan menarik tambahan permintaan taktis dan institusional.

ETF emas di Amerika Utara menarik modal sebesar US$ 7,7 miliar pada Agustus 2026, yang merupakan arus masuk bulanan terbesar ketiga dalam catatan sejarah. Arus masuk yang kuat ini membantu mengimbangi rekor arus keluar sebesar US$ 13 miliar di kawasan tersebut pada bulan Maret, sehingga mengembalikan arus dana Amerika Utara ke wilayah positif secara year-to-date.

Sementara itu, ETF emas yang terdaftar di Eropa mencatat arus masuk modal sebesar US$ 7,9 miliar, juga menandai angka terbesar yang pernah tercatat. Peran emas sebagai diversifikator portofolio dan alternatif terhadap utang negara kemungkinan tetap menjadi pendorong utama permintaan. Berlanjutnya aksi beli yang kuat setelah pemulihan harga di bulan Juli juga mengindikasikan bahwa investor semakin memandang koreksi musim panas sebagai peluang untuk membangun kembali posisi strategis, alih-alih mengurangi eksposur.

Permintaan dari Asia, yang selama ini menjadi kekuatan pendorong di pasar emas, melihat ETF regional menarik modal sebesar US$ 2 miliar. China kembali mendominasi arus masuk regional ETF emas karena stabilisasi dan pemulihan harga emas lokal menarik minat investor, serta menjaga pasar tetap berada di jalur untuk melampaui rekor arus masuk tahun fiskal 2025. Penurunan berkelanjutan pada imbal hasil obligasi pemerintah daerah dan pasar ekuitas yang bergerak dalam rentang terbatas kemungkinan memberikan dukungan tambahan.