Jurnal Indonesia — Gabe Newell, pendiri Valve, berencana mengalokasikan sekitar USD 815 juta (sekitar Rp 14,6 triliun) untuk membiayai pembangunan sebuah kapal penelitian laut bernama RV11000. Kapal ini dirancang untuk mendukung ekspedisi ilmiah ke bagian terdalam dan paling jarang dijelajahi di samudra dunia.
Kontrak pembangunan RV11000 diberikan kepada perusahaan pembuat kapal asal Norwegia, VARD, pada Mei 2026. Proyek ini dimaksudkan memperluas kapasitas penelitian kelautan dibandingkan kapal sebelumnya dalam jajaran serupa.
Fitur Dan Kapabilitas Utama
RV11000 memiliki panjang 162 meter dan lebar 28 meter, ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan kapal sebelumnya, RV6000, yang diperkirakan menelan biaya USD 300 juta dan dijadwalkan meluncur pada 2028.
- Kemampuan menyelam hingga kedalaman 11.000 meter untuk pemetaan dasar laut dan pengumpulan sampel.
- Fasilitas peluncur kapal selam serta hanggar yang menampung dua kapal selam berawak.
- Peralatan pengangkat yang dirancang untuk beroperasi pada kedalaman hingga 15.000 meter.
- Sistem baterai besar yang diklaim sebagai instalasi baterai terbesar yang pernah dipasang pada sebuah kapal, memungkinkan operasi hening hingga 12 jam.
- Empat penstabil aktif untuk meningkatkan kinerja di laut bergelombang, serta fasilitas laboratorium, bengkel, dan kantor.
- Kapasitas menampung setidaknya 130 ilmuwan dan awak, dengan sebagian besar mendapatkan kabin pribadi.
“RV11000 akan menjadi platform yang dirancang khusus yang mendorong batasan kemampuan penelitian kelautan, memperkuat kemampuan kita untuk mendukung para ilmuwan dan membuka pemahaman baru tentang lautan,” kata Stu Buckle, pimpinan Inkfish.
Dengan rancangan yang dikembangkan dari model sebelumnya, kapal ini ditargetkan memberi jangkauan, fleksibilitas, dan kemampuan yang lebih besar untuk kegiatan ilmiah di lautan dalam.
Jika tidak ada hambatan, pengiriman RV11000 dijadwalkan pada kuartal pertama 2030, membuka peluang bagi misi-misi eksplorasi laut yang lebih dalam di tahun-tahun mendatang. Beberapa pihak menyebut proyek ini sebagai realisasi konsep yang mengingatkan pada referensi populer seperti “Dave the Diver” versi nyata.
Ikuti Jurnal Indonesia
