— Fenomena aphelion, yakni saat Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari, diperkirakan terjadi pada 7 Juli 2026 dini hari bagi wilayah Indonesia. Peristiwa ini bersifat tahunan dan berlangsung secara serentak di seluruh permukaan Bumi.

Meski menjadi sorotan publik dan kerap menimbulkan sejumlah klaim, lembaga resmi menegaskan aphelion tidak membawa dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.

Apa Itu Aphelion?

Aphelion merupakan kondisi ketika Bumi mencapai posisi paling jauh dalam lintasan elips mengelilingi Matahari. Sebagai bagian dari siklus orbit, fenomena ini terjadi setiap tahun bersama dengan titik terdekat yang disebut perihelion.

Perbedaan jarak Bumi ke Matahari antara perihelion dan aphelion relatif kecil, sekitar beberapa persen saja, sehingga tidak menimbulkan perubahan visual atau efek langsung yang dapat dirasakan sehari-hari.

Kapan Terjadi di Indonesia?

Data astronomi menunjukkan momen aphelion itu jatuh pada 6 Juli 2026 pukul 17.30 UTC. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, waktunya bertepatan pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 00.30 WIB.

Peristiwa ini bersifat global, sehingga seluruh wilayah di Bumi mengalami titik terjauh dari Matahari pada waktu yang sama. Namun, aphelion tidak dapat diamati dengan mata telanjang karena tidak ada perubahan visual yang kentara.

Apakah Aphelion Berbahaya?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan aphelion bukanlah ancaman bagi kehidupan di Bumi. Dalam siaran pers, BMKG menyatakan fenomena ini “tidak membahayakan” dan tidak menyebabkan penurunan suhu ekstrem atau peningkatan risiko penyakit.

BMKG mengingatkan agar publik tidak mudah percaya informasi yang mengaitkan aphelion dengan dampak kesehatan tanpa dasar ilmiah.

Dampak Terhadap Cuaca dan Lingkungan

Menurut keterangan resmi, aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Faktor cuaca lebih ditentukan oleh dinamika atmosfer seperti pola angin muson, suhu permukaan laut, dan variabilitas iklim lainnya.

Dari sudut astronomi, yang berubah hanyalah posisi dan sedikit kecepatan orbit Bumi saat mencapai titik terjauh; perubahan tersebut tidak menimbulkan efek yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

BMKG mendorong masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi dan berhati-hati terhadap hoaks atau klaim tidak berdasar yang beredar di media sosial.