Jurnal Indonesia — Angka kelahiran di banyak negara mulai turun sejak awal 2000-an. Sebuah makalah riset yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research menyebut peran smartphone—terutama iPhone—sebagai salah satu faktor yang mempercepat tren penurunan tersebut di Amerika Serikat.
Dalam studi itu, dua peneliti dari Middlebury College menelaah hubungan antara akses awal iPhone dan perubahan angka kelahiran di berbagai wilayah AS pada periode 2007–2011.
Metode penelitian memanfaatkan jangkauan jaringan operator seluler yang menjadi mitra eksklusif penjualan iPhone pada peluncuran awal perangkat sebagai indikator akses awal. Para peneliti membandingkan angka kelahiran di daerah yang mendapat cakupan jaringan tersebut dengan daerah yang memiliki sedikit atau tanpa akses broadband seluler dari operator itu.
Hasil analisis memperkirakan kontribusi iPhone terhadap penurunan angka kelahiran mencapai hingga 52% pada rentang 2007–2011.
Dalam makalahnya, para peneliti menguraikan tiga mekanisme yang mungkin menjelaskan hubungan antara adopsi smartphone dan penurunan kelahiran.
- Pengganti Interaksi Tatap Muka: Konektivitas online dan kebangkitan media sosial mengurangi frekuensi interaksi langsung, yang menurut peneliti berperan menggeser waktu sosial dan hubungan intim.
- Akses ke Pornografi: Smartphone mempermudah akses ke konten pornografi yang, bagi sebagian orang, dapat menjadi pengganti hubungan seksual dengan pasangan.
- Informasi Kontrasepsi dan Aborsi: Perangkat juga meningkatkan akses ke informasi tentang kontrasepsi dan aborsi, yang dapat menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan.
Para peneliti menulis, “iPhone, dan era smartphone yang dipelopori-nya, secara signifikan mempercepat penurunan angka kelahiran di AS setelah tahun 2007.”
Efek yang diamati muncul di semua kelompok usia, namun dilaporkan paling kuat pada kaum muda. Studi menemukan akses ke iPhone berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran sebesar 4,5–8% pada usia 15–19 tahun dan 3,2–6,6% pada usia 20–24 tahun.
Penelitian ini membandingkan temuannya dengan data survei nasional untuk mendukung tiga mekanisme yang diusulkan, namun makalah tersebut tetap berfokus pada korelasi antara penyebaran smartphone dan perubahan pola kelahiran dalam periode yang diteliti.
Ikuti Jurnal Indonesia
