— Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa ini memicu terjadinya gelombang tsunami di sejumlah wilayah sekitar dengan ketinggian mencapai 0,9 meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Berdasarkan observasi, potensi tsunami dengan tingkat status ancaman siaga (0,5 – 3 meter) terjadi di wilayah Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Jeneponto. Sementara itu, status waspada (<0,5 meter) dilaporkan di wilayah Flores Timur dan Bima, Dompu, Wajo.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, merinci hasil observasi tsunami yang tercatat di beberapa lokasi:

  • Sikka, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,2 meter
  • Pelabuhan Kewapante-Sikka, pada pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter
  • Flores Timur, pada pukul 05.24 WIB dengan ketinggian 0,25 meter
  • Labuan Bajo, pada pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter
  • Maurole-Ende, pada pukul 05.27 WIB dengan ketinggian 0.94 meter
  • Dompu, pada pukul 05.29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter
  • Bakalang-Alor, pada pukul 05:41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter
  • Baubau, pada pukul 05.47 WIB dengan ketinggian 0,30 meter
  • Bulukumba, pada pukul 05.58 WIB dengan ketinggian 0,54 meter
  • Kolaka, pada pukul 06.27 WIB dengan ketinggian 0,23 meter

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami tersebut pada pukul 07.30 WIB. Wijayanto menyatakan bahwa tidak ada kenaikan muka air yang signifikan yang membahayakan masyarakat.

“Dengan memperhatikan kondisi terkini, terkait dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat adanya 52 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo bervariasi antara M 3,6 hingga M 6,2. Dari seluruh gempa susulan tersebut, hanya satu yang dirasakan oleh masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan mewaspadai potensi gempa susulan yang masih terjadi.