Jurnal Indonesia — Partai Gerindra menyayangkan lirik lagu berjudul “Lalaki Langit” ciptaan Saepul Bahri Binzein, yang saat ini menjabat Bupati Purwakarta. Juru bicara partai, Sugiat Santoso, mengatakan pihaknya telah menerima klarifikasi bahwa lagu tersebut dibuat sebelum Zein menjadi bupati.
“Kalau kita kan prinsipnya kita sudah mendengar langsung, ya, misalnya klarifikasi yang disampaikan Bupati Purwakarta terkait dengan lagu itu. Lagu itu dibuat jauh sebelum dia jadi bupati ya, berdasarkan klarifikasinya,” ujar Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Sugiat menilai peristiwa ini perlu dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Menurutnya, proses berkarya harus mengedepankan norma dan budaya yang ada, serta menjaga etika agar tidak menyinggung kelompok tertentu.
“Tapi yang paling penting pesan mau disampaikan bahwa ya ini jadi pelajaran lah bahwa setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah ya, untuk membuat karya-karya seni yang itu akan dinikmati oleh publik, itu ya memang harus menjaga, menjaga apa norma-norma,” kata Sugiat.
Ia menambahkan pentingnya keteladanan dari pejabat publik, baik dalam berbicara maupun bertingkah laku. Sugiat menyatakan partainya telah mengingatkan kepala daerah agar lebih fokus pada tugas menyejahterakan rakyat.
“Yang kedua, saya pikir ini juga pelajaran bagi siapa pun, khususnya kepala daerah, untuk lebih fokus ke tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah untuk menyejahterakan rakyatnya kan, dan memberikan keteladanan. Keteladanan dalam berbicara, keteladanan dalam bersikap, keteladanan dalam bertingkah laku,” ujarnya.
Imbauan Internal Dan Kritik Publik
Sugiat menyebut pembicaraan tentang kasus ini telah berlangsung secara informal di lingkungan partai. Ia mengingatkan adab mesti dijaga oleh pejabat publik dalam setiap tingkah laku.
“Ya secara formal belumlah, tapi kan saya pikir pimpinan-pimpinan kami kan sering berkomunikasi baik secara informal dengan kader-kadernya, baik di legislatif maupun eksekutif. Saya pikir secara informal sudah, sudah diingatkan, disampaikan,” kata Sugiat.
Meski menyatakan lagu itu dibuat sebelum Zein menjadi kepala daerah, Sugiat menyesalkan isi lirik yang menurutnya merendahkan perempuan.
“Sebetulnya kan kalau dari kontennya memang ya tidak ya tidak apalah, tidak menjaga perasaan perempuanlah kan. Ya kita sayangkanlah kenapa bisa dia buat lirik seperti itu kan. Misalnya buat lagu, buat lagu aja, tapi jangan sampai lirik-liriknya malah menyinggung perasaan suatu kelompok masyarakat kan,” ujarnya.
Di sisi lain, kritik terhadap lagu tersebut juga disampaikan dari kalangan lain. Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, meminta Menteri Dalam Negeri untuk meminta klarifikasi kepada bupati dan dapat memberikan teguran agar pemerintahan tetap berjalan sesuai peraturan.
Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, telah menyampaikan permintaan maaf setelah lirik lagu “Lalaki Langit” dianggap menyinggung perempuan. Ia menjelaskan video dan lirik lagu itu diciptakan pada 2020 sebelum ia menjabat sebagai bupati.
“Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri,”
Permintaan maaf dan penjelasan tersebut disampaikan Zein sebagai respons atas kritik publik terhadap konten lagu.
Ikuti Jurnal Indonesia
